' '
| | 1.030 kali dibaca

Lagi, Razia Pekat Ala Satpol PP Tanpa Hasil

Remaja yang terjaring razia Satpol PP Pemko Tanjungpinang di lokasi Rimba Jaya, Gudang Minyak.

Remaja yang terjaring razia Satpol PP Pemko Tanjungpinang di lokasi Rimba Jaya, Gudang Minyak, Jumat (01/11). (foto by aliasar,radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Untuk kesekian kalinya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di back-up TNI AD dari Kodim 0315 Bintan menggelar operasi penertiban penyakit masyarakat (pekat). Operasi dilaksanakan menindaklanjuti laporan dan informasi dari masyarakat. Sayangnya, kembali operasi ini terkesan sia-sia dan menghambur-hamburkan APBD Kota Tanjungpinang. Tidak seorang-pun terjarin.

Razia pekat kali ini dipimpin Kepala Bidang Operasional (Kabid Ops) Satpol PP kota Tanjungpinang, Syafrizal, Jumat (01/11) di lima titik yang dianggap rawan pekat.

Kelima lokasi yang dianggap rawan tersebut meliputi Rimba Jaya di Pinang Marina, Lapangan Pamedan kilometer 4, dan Jalan Baru Tanah Merah depan Ramayana. Serta Taman Tugu Pensil dan Taman Panorama Tepi Laut.

Seluruh lokasi tersebut di sisir oleh petugas sekitar dua jam, petugas menggelar razia tersebut, namun tidak satu orangpun yang terjaring razia tersebut.

Dilokasi Rimba Jaya yang gelap, petugas mendapati sepasang remaja yang diduga sedang memadu kasih dan di grebek petugas. Namun tidak dibawa ke kantor, hanya diceramahi dan disuruh pulang.

Kepala Bagian Operasional (Kabit Ops) Satpol PP kota Tanjungpinang, Syafrizal di konfirmasi Radar Kepri di ruangan kantor Satpol PP, Jalan Haji Agus Salim Tepi Laut usai mengelar razia mengatakan.”Operasi ini kita lakukan, karena banyak laporan dari masyarakat. Seperti di taman-taman, pasangan muda-mudi nonkrong. Bahkan ada juga para pelajar yang nonkrong. Nah, itulah yang akan kita antisipasi. Supaya mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.”Katanya.

Kemudia Sayafrizal menambahkan.”Apabila mereka terjaring razia, maka kita bawa kekantor, kita data serta diadakan pembinaan, setelah itu, ya…mereka disuruh pulang. Jika ada pelajar, atau anak sekolah yang terjaring sudah lewat waktu. Maka kita panggil orang tuanya, serta guru sekolah mereka.”Jelas mantan Camat Tanjungpinang Timur itu.

Ketika ditanya mengapa rumah kos-kosan terutama yang illegal dan menjadi sarang maksiat tidak dirazia, Syafrizal menambahkan.”Kalau kerumah-rumah kos kita akan lakukan dalam jangka waktu dekat ini.”Tambahnya. Pantauan Radar Kepri dilapangan, selama petugas menggelar razia tersebut, berjalan dengan aman dan lancar, tidak ada kendala.

Razia yang digelar Satpo PP ini, terkesan main-main mengingat besarnya dana operasional dianggarkan dari APBD Kota Tanjungpinang. Terkesan, minyak habis sambal tak enak. Beberapa warnet yang melanggar ijin operasional dan dipenuhi para anak usia pelajar terlihat dibiarkan tanpa tindakan.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sab 02 Nov 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek