' '
| | 782 kali dibaca

Lis Diminta Benahi Parkir di Kota Tanjungpinang

Kemacetan di Jl Meerdeka akibat parkir yang memakai badan jalan2

Kemacetan di Jl Meerdeka akibat parkir yang memakai badan jalan, Walikota Tanjungpinang diminta membenahi.

Tanjungpinag, Radar Kepri-Walikota Tanjungpinang yang baru, H Lis Darmansyah SH diharapkan meninjau ulang ijin usaha para pengusaha yang berada di bilangan Jl Merdeka, Jl Teuku Umar dan beberapa ruas jalan utama lainnya. Kar.ena, para pengusaha yang ada dilokasi tersebut tidak memiliki lahan parkir yang memadai dan layak. Akibatnya, pada jam-jam sibuk, kemacetan panjang yang merugikan masyarakat umum selaku pengguna jalan sering terlihat dan tentu saja merugikan publik.
Penertiban parkir ini terkait rawanya kemacetan yang berkepanjang  hampir disetiap ruas jalan yang ada di jantung Kota  Tanjungpinang. Sampai saat ini, dinas terkait, seperti dinas Perhubungan yang dipimpin Sumardi S Sos tidak mampu bertindak tegas terhadap parkir “liar” di Jl Merdeka dan Jl Teuku Umar tersebut. Sampai hari ini, (Senin, 21/01), Sumardi S Sos belum “bekerja” untuk menertibkan parkir tersebut. Buktinya, hingga Kamis (24/01) Jl Merdeka  yang berada di jantung kota Tanjungpinang masih dipergunakan untuk parkir  bagi pengusaha yang ada di jalan tersebut
Penelusuran media ini dilapangan, tercatat beberapa titik rawan macet yang perlu dan wajib mendapat perhatian dan solusi oleh Pemko Tanjungpinang. Diantaranya, Jl merdeka,Jl Tengku Umar, Jl Gambir, Jl Temiang, Jl Pos,Pasar Ikan, Jl Tambak dan Jl Brigjen Katamsodi  Kilometer 3. Penyebab utama kemacetan karena kurangya pengawasan dan tidak ditegakkannya aturan dan UU yang berlaku dari petugas terkait.
Akibatnya, kota Tanjungpinang terlihat seperti rumah tak bertuan karena Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga tidak bisa menertibkan kawasan jalan umum yang seharusnya dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Melempem dan mandulnya dinas perhubungan dan Satpol PP Kota Tanjungpinang dalam menegakkan Perda dan penertiban parkir liar. Membuat berbagai kalangan angkat bicara.
Edward Roza, ketua Ikatan Pengemudi Tanjungpinan (IPT) ketika dikonfirmasi media ini melalui ponselnya, Rabu (23/01) mengatakan.”Kemacetan yang terjadi disetiap ruas jalan utama , seharunya pemerintah Kota yan baru proaktif terhadap keluhan masyarakat. Dins terkait harus bias membenahi dan menata kota, supaya Kota Gurindam ini terlihat bersih dan tertata rapi. Jangan pemerintah itu memikirkan kontribusi saja, pikirkan juga masyarakat umum.”paparnya.
Kepala dinas perhubungan, Sumardi saat dikonfirmasi melalui SMS Senin (21/01) terkait dengan kemacetan yang terjadi di setiap ruas jalan utama didalam kota, sampai saat ini, Kamis (24/01) belum ada jawaban.
Saat ini, ada lahan yang telah dibangun oleh pihak swasta, tepatnya di atas lahan bekas Akau BDN atau di samping Bank Mandiri. Informasi yang dihimpun media ini, lahan tersebut dibangun untuk parker. Namun pihak Pemko Tanjungpinang enggan menerbitkan ijin usaha dengan alasan yang tidak jelas. Tersiar kabar, untuk menerbitk ijin usaha parkir tersebut, ada oknum pejabat yang meminta “jatah” setiap mobil yang parkir namun pengusah menolak. Akibatnya, lahan tersebut batal menjadi solusi mengatasi macet.
Sejatinya, jika kondisi ruas jalan utama di kota Tanjungpinang tertata baik dan rapi akan meningkatkan kunjungan wisatawan manca Negara. Yang berarti meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, diharapkan H Lis Darmansyah SH sebagai walikota Tanjungpinang yang baru, mulai bekerja dan membuat master plan yang jelas untuk menata parker di kota Gurindam ini. Selain dapat meningkatkan PAD dari pelancong, bisnis parkir juga hendaknya tidak dimonopoli oleh sebuah perusahaan saja seperti saat ini. (asr/red)

Ditulis Oleh Pada Ming 10 Feb 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda