| | 1.196 kali dibaca

Warga Nilai Dinas Pertanian Natuna Bagikan Bibit Petai Asal Jadi

Ratusan Polibet Bibit Petai

Inilah ratusan Polibet bibit petai ala Dinas Pertanian yang tekesan asal jadi.

Natuna, Kepri  Info-Ratusan bibit petai di polybet ala Dinas Pertanian Natuna, hinga Senin (01/09) masih menumpuk di samping aula kantor Kelurahan Bandarsyah Ranai. Menumpuknya ratusan polybet bibit tersebut karena tidak ambil warga saat dibagikan Dinas Pertanin pada (25/08) lalu.

Tidak di ambilnya bibit yang di bagikan, karena menurut warga bibit petai yang dibagikan 3 pojon per-KK itu karena bibit tersebut bibit yang kurang berkualitas untuk ditanam alias “bibit asal jadi”.Selain batangnya yang kecil melidi, perkembangan daun bibit tersebut di nilai warga juga kurang bagus.

Bahkan ketua RT.01/10 Air Rayam Rusli (40) mengatakan saat acara pembagian bibit itu.”“Kalau bibit seperti ini banyak ini di bawah pokok (pohon,red) petai saya, sisa-sisa di makan Tupai dan Kaluak jatuh ke bawah hidup. Kalau dimasukan ke dalam polybek, saya yakin bagus dari pada bibit ini kalau bibit yang bagikan ini batangnya saja melidi saja itu. Coba lihat, kalau bibit yang bagus, saya biasa membibitkan petai memang dihitung, berapa bijinya dan hitungan biji itupun dihitung, kalau hitunganya tidak baik, memang kami tidak ambil, sehinganya pertumbuhhan bibit tersebut bagus dan batang petai itu kasar-kasar pertumbuhanya.”Papar Rusli.

Lurah Bandarsyahm Jailani, saat di konfirmasi membenarkan kalau  bibit yang masih tersisa di samping aula kantornya itu tidak ada lagi warga mau mengambilnya.”Sepertinya tidak ada lagi warga yang mengambilnya pak.”tanggap Jailani.

Informasi yang dihimpun media ini di lapangan, 5000 bibit pPetai yang di bagikan untuk 4 Kecamatan di Natuna oleh Dinas Pertanian Kabupaten Natuna hampir separuhnya tidak diambil oleh masyarakat. Bahkan adapun yang mengambil tetapi tidak ditanam, hanya sekedar nyandar di samping rumah saja. Selain bibit yang dinilai kurang bagus, tempat menanam bibit petai itu banyak jadi masalah bagi warga.

Sebagaimana yang di ketahui, hampir 70% warga kota Ranai hanya memiliki lahan tanah hanya sekedar untuk membuat rumah saja tidak bisa untuk menanam petai yang merupakan pohon kayu yang bisa besar.

Menanggapi hal itum Eli Yanti,SP. Kabit Program Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, dengan keras membantah tudingan warga kalau bibit yang dibagikan kurang baik dan kurang efektif, menurut  Eli.”Program pembagian bibit petai ini pada masyarakat adalah program yang sangat efektif. Sebab petai bisa ditanam dimana saja, petai bukalah kayu yang bisa besar, petai bisa ditanam di pingir-pingir halaman warga.”bantahnya.

Masih Eli menambahkan, efektifnya pembagian bibit ini pada masyarakat, agar masyarakat mempunyai daya saing dalam menanam petai.”Petai juga mempunyai nilai ekonomisnya, kalau kemudian petai tersebut sudah berbuah bisa di jual dipasar-pasar, kalau banyak juga bisa di jual keluar daerah seperti Pontianak, Batam dan Tanjungpinang. Kalau ada warga yang mengatakan bibit petai tidak efektif itu pendapat yang salah.”bantah  Eli.

Beberapa Warga Natuna menanggapi bantahan Eli tersebut mengatakan.”Itu bahasa membela diri saja dari pihak Dinas Pertanian, kami berharap pihak penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan bisa mengusut tuntas kasus ini, sebab yang dihabiskan mereka untuk pengadaan bibit ini uang APBD, uang masyarakat Natuna juga, jadi mereka tidak bisa seenaknya membuat program yang asal jadi.”Harap Adi (38) warga Air Batu pada media ini Senin (01/09) di kediamanya.(herman)

Ditulis Oleh Pada Sen 01 Sep 2014. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek