| | 166 kali dibaca

Panas Terik, Bupati Tetap Semangat Pimpin Upacara Sumpah Pemuda

Bupati Natuna saat foto bersama dengan para pemuda berpakain adat daerah.

Natuna, Radar Kepri-Dibawah terik matahari pagi dengan penuh semangat, Bupati Natuna, Drs H Hamid Rizal, ikuti upacara Peringati Hari sumpah pemuda di halaman SMUN 2 Bunguran Timur.

Hadir pada upacara itu, seluruh pimpinan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna, FKPD Natuna, Camat Bunguran Timur, Asmara Juana. Kepala Sekolah dan Siswa tingkat SLTA se- Kecamatan Bunguran Timur, serta beberapa Ormas/Pegiyuban yang ada di natuna juga nampak ikut berpartisipasi pada acara tersebut.

Waka Polda Kepri Brigjen Pol Drs. Didi Haryono, SH, MH , Selaku inapektur upacara pagi itu menyampaikan sambutan Menteri Pemuda dan Olah raga Republik Indonesia (RI) Imam Nahrowi.

Berikut pidatonya, “Delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada Tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di jalan Kramat Jaya, Daerah Kwitang Jakarta.

Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Tanggal 17 Agustus 1945.

Sumpah pemuda di bacakan di arena kongres pemuda ke-2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah.
“Sampai Didi Haryono,

Masih Didi, Jika kita membaca dokumen sejarah kongres pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh indonesia.

Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah. Dari belahan Barat Indonesia, terdapat nama Muhammad Yamin, seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto Sumatera Barat yang mewakili Organisasi Pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond. Dari belahan Timur Indonesia, kita menemukan pemuda bernama Johannes Leimena, kelahiran kota Ambon Maluku, mewakili Organisasi Pemuda Jong Ambon.

Ada juga Katjasungkana Dari Madura, Ada Juga Cornelis Lefrand Senduk, Mewakili Organisasi Pemuda Sulawesi, Jong Celebes.

Pernahkan kita membayangkan bagaimana seorang Muhammad Yamin Dari Sawah Lunto dapat bertemu dengan Johannes Leimena Dari Ambon? Pernahkan kita membayangkan bagaimana seorang Katjasungkana Dari Madura Dapat Bertemu Dengan Lefrand Senduk Dari Sulawesi? Bukan hanya bertemu, tapi mereka juga berdiskusi, bertukar fikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke-Indonesiaan.

Padahal jarak antara sawah lunto dengan kota ambon lebih dari 4000 km. Hampir sama dengan jarak antara kota jakarta ke kota sanghai di china. Sarana transportasi umum saat itu, masih mengandalkan laut.

Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk bisa sampai ke kota mereka.

Alat komunikasipun masih terbatas, mengandalkan korespondensi melalui kantor pos. Hari ini surat dikirim, satu dua bulan kemudian, barulah sampai dialamat tujuan.

Belum lagi kalau kita berbicara tentang perbedaan agama dan bahasa. Muhammad Yamin Beragama Islam Berbahasa Melayu, Johannes Leimena Beragama Protestan Berbahasa Ambon. Begitupun dengan Katjasungkana, Lefrand Senduk, Dan 71 Pemuda Peserta Kongres Lainnya. Mereka memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.

Namun fakta sejarah menunjukan bahwa sekat dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar indonesia.

Berpedoman kepada sejarah ini, Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya.”Sampai Wakapolda.

Wapolda juga mengatakan, seharusnya dengan semakin lajunya tingkat komunikasi saat ini, lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik.”Katanya. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Ming 29 Okt 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek