| | 726 kali dibaca

Kesal, Anggota Komisi III Gebrak Meja

Suasana rapat komisi III DPRD Natuna dengan pemkab dan Perusda.

Natuna, Radar Kepri- Kesal mendengar jawaban pihak Perusahan Daerah (Perusda) Ketua Komisi III DPRD Natuna Harken,D.Pd.Ek memukul meja saat rapat berlangsung Selasa, (11/07) sekitar pukul 10.20 Wib.

Kekesalan mulai nampak di raut muka Harken, ketika pihak Perusda dan pihak Eksekutif tidak bisa memberi keputusan konkrit tetang penyelesaian permasalahan yang mendera perusda Natuna yang sudah diambang kehancuran saat ini.

Rapat yang berlansung di ruangan komisi III DPRD Natuna itu di hadiri oleh segenap pihak Perusda, pihak Eksekutif sebagai pemilik BUMD, serta karyawan yang sudah di berhentikan bekerja di Perusda.

Rapat yang baru saja di mulai lansung di hentikan oleh Harken.

Dihentikannya rapat oleh politiai Partai PPP itu setelah mendengar pemaparan dari Kabag Ekonomi Kabupaten Natuna Khaidir, perwakilan dari pihak pemerintah daerah.

Karena Khaidir mengaku tidak berani mengambil keputusan langsung seperti yang di minta Komisi III.

“Karena hal tersebut merupakan hak Bupati selaku kepala daerah atau ketua Tim TAPD, yang kebetulan keduanya tidak bisa hadir dalam rapat ini karena ada tugas di luar kota. untuk mengambil keputusan bukan kapasitas saya.”Sampai Khaidir.

Masih Khaidir, namun langkah penyehatan yang di minta Komisi III sebagian sudah kami lakukan seperti menetapkan Direktur Perusda secara definitif, serta melakukan upaya-upaya penyehatan perusda.”Tambah Khaidir.i

Selain itu, Khaidir juga menerangkan keputusan hasil rapat yang di lakukan oleh perusda dan pihak eksekutif dalam rangka perbaikan Perusda di antaranya, mengurangi beban biaya yang di keluarkan oleh perusda termasuk pengurangan karyawan , mendata seluruh aset perusda yang nantinya akan di lelang dan hasilnya untuk membayar hutang Perusda, akan menutup perusda bila kondisinya makin terpuruk, dan terakir akan membentuk BUMD baru jika perusda benar-benar di tutup.

Merasa tidak sesuai dengan agenda rapat yang telah di rencanakan, Harken, lansung sontak menghentikan rapat.

dan meminta pihak Eksekutif, Perusda, dan seluruh pihak terkait untuk melanjutkan rapat pada tanggal 17 juli mendatang.

“Kami komisi III maunya mereka memberikan pemaparan yg jelas tentang rencana penyehatan perusda kedepan.

dan rencana usaha apa yg akan dilakukan untuk dapat memberikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai yang di amanahkan dalam Perda.”Terang Harken.

Komiai III juga mau tau bagiamana penyelesaian pemutusan hubungan kerja karyawan yg sdh dilakukan,” Terang Harken di ruang kerjanya usai menutup rapat.

Masih Harken menilai, kalau permasalahan ini lambat di selesaikan. maka, perusda akan terus di bebani dengan membayar gaji pegawai yang tidak sebanding dengan pendapatan perusda.”Paparnya.

Setelah menetapkan Direktur Perusda, kita Komisi III juga meminta penjelasan program kedepannya apa? kalau programnya bagus, kami nilai bisa, ya.. kita dukung. di harapkan jangan sampai menambah beban perusda. “Ya, kita tunggu sampai mereka bisa kasih penjelasan yang sesuai harapkan,”Kata Harken.

Mantan kariawan Perusda yang sudah 12 bulan gajinya tidak kunjung di bayar Kasmiatun, kepada media ini usai rapat berharap kepada DPRD untuk dapat memperjuangkan hak nya yang tidak kunjung dibayar oleh Perusda hingga saat ini

“Kami sangat berharap kepada dewan untuk dapat memperjuangkan hak kami.”pungkas Kadmiatun. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Rab 12 Jul 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda