| | 438 kali dibaca

Buntut Teror Rumah Ketua LAM, APPN Demo

Aliansi Pemuda Peduli Natuna (APPN) saat demo.

Natuna Radar Kepri-Terkait teror bersenjata yang menembaki rumah Ketua Lembaga Adat Melayu pada minggu lalu. puluhan masyarakat yang menakan dari kelompok Aliansi Pemuda Peduli Natuna jumat,(07/04) pukul 13.50 WIB siang ini lakukan aksi turun kejalan.

Koordinator aksi Mutakin, dalam aksinya menegaskan, dengan suara lantang”Aparat bukan untuk meneror tetapi mengayomi dan menjaga masyarakat.

Kami menyampaikan kepada presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Yang pertama. Kami mengutuk keras aksi arogansi oknum aparat yang melakukan penembakan rumahketua lembaga adat melayu (LAM) Kabupaten Natuna, yang merupakan simbol marwah bumi melayu Natuna.

Ke dua, meminta kepada pihak yang berwenang dalam hal ini presiden Indonesia, Panglima TNI serta aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas aksi teror tetsebut sesuai dengan undang undang negara kesatuan republik indonesia.

Ke tiga, meminta presiden Republik Indonesia meninjau ulang tentang penempatan para prajurit pihak pertahanan dan keamanan di kabupaten Natuna agar tidak menimbulkan gejolak persoalan sosial dan konflik baru serta memunculkan gesekan ditengah masyarakat Natuna.

Minta jaminan keamanan dan kepastian hukum agar kejadian serupa tidak akan terulang kembali di bumi Natuna.

Agar pembinaan perilaku prajurit yang ditempatkan di kabupaten Natuna menghormati dan menghargai adat istiadat dan tunjuk ajar budaya melayu Natuna.
Meminta prajurit melakukan pendekatan secara humanis dengan masyarakat Natuna agar tetap terjalin rasa aman dan nyaman karena bersama rakyat TNI kuat.

Dari pantauan media ini di lokasi, Aksi yang dipusatkan di simpang tunggu pensil depan pos Salantas pantai kencana Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna ini berlangsung damai dalam pengamanan puluhan petugas kepolisian dari Mapolres Natuna.

Sampai berita ini diturunkan aksi masih berlangsung.(herman)

Ditulis Oleh Pada Jum 07 Apr 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda