| | 260 kali dibaca

Beras Berbahan Pengawet Resahkan Warga

Faisal Hasibuan, Sekretaris Dinkes Anambas.

Natuna, Radar Kepri-Terkait maraknya dugaan beredar bahan pemutih dan Pengawet di berbagai makan di natuna terutama di beras Bulok, Panda, A I dan beras lainya yang di kosumsi masyarakat sehari di Indonesia termasuk Natuna sudah sangat meresahkan masyarakat Natuna.

Dinas kesehatan Kabupaten Natuna melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Faisal Hasibuan, mengatakan”
Belum ada pemutih dan pengawet yang dilegalkan untuk makanan termasuk beras. Yang ada dilegalkan hanya pewarna, kalau pewarna memang ada yang dibolehkan khusus untuk makanan.”Tambah Faisal, kepada media ini Rabu,(12/07) hari ini di ruang kerjanya dinas kesehatan Kabupaten Natuna.

Faisal menjelaskan, bahaya dari bahan Pemutih dan Pengawet kalau di kosumsi manusia. terutama, bisa cepat terserang penyakit bermacam jenis Kangker. seperti Kangker ulu hati, Kangker Otak, Kangker kulit dan bebagai jenis kangker lainya.

Terkait cara melakukan tes dengan menggunakan tetesan obat Batadine sebagai mana yang beredar di Medsos itu belum ada ke absahanya.

“Lembaga resmi yang di beri wewenang untuk melakukan cek bahan berbahaya itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). kita di Natuna belum ada BPOM.┬áDinas Pertanian yang berkompeten untuk melakukan atau mengajukan untuk cek ada tidaknya bahan berbahaya di beras ini, kalau Dinas Kesehatan tidak punya wewenang untuk melalukan hal tersebut. “Sampai Faisal.

Faisal juga mengaku curiga terkait bahan bahan berbahaya itu sudah lama beredar dan dikosumsi masyarakat di Natuna.

“Saya kemaren ada melihat anak Desa Limau manis Tanjung Kecamatan Timur Laut Kabupaten Natuna yang sakit sampai kulitnya terkelupas saking panasnya, hanya sekitar 3 hari dirawat langsung meninggal. itulah yang mebuat saya curiga apalagi ada berita di Kabupaten Bintan, Batam dan Kota Tanjungpinang sudah beredar beras plastik itu.”Terang Paisal.

Terkait hal itu masyarakat Natuna saat ini mengaku sudah sangat resah dan kuatir atas berita yang ada di medsos tersebut.

“Apakah benar hal tersebut tanya Adi, (36) warga Ranai. Adi, mendesak pihak yang berkompeten Diskes, Disperindak dan Dinas Pertanian untuk melakukan cek kepada BPOM terkait kebenaran beras Bulok, Panda, A I, dan lainya mengandung bahan pemutih dan pengawet agar masyarakat tenang dalam mengkosumsi beras sehari hari.(herman)

Ditulis Oleh Pada Kam 13 Jul 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda