| | 49 kali dibaca

Tim Gabungan Polres Solsel Ringkus Pencuri Ternak Di Sangir Jujuan

Tersangka J pencuri Ternak Sapi,saat menerangkan kronologis pencurian sapi dihadapan Kapolres Solok Selatan,Kasat Reskrim,kapolsek Sangir Jujuan.

 

Padang, Aro-Radar Kepri-Tim Gabungan Polres Solok Selatan kembali mengguling maling ternak. Kejadiannya, di wilayah Polsek Sangir Jujuhan. Satu orang tersangka berinisial J (24 th), asal Provinsi Jambi, diamankan berikut barang bukti satu ekor sapi. Tersangka J ini, diperkirakan bagian dari jaringan maling ternak antar provinsi.

Penangkapan J ini, menjadi penangkapan kedua di wilayah Polsek Jujuan dalam rentang tiga bulan terakhir. Sebelumnya pada pertengahan Juli 2019, dua tersangka maling ternak juga dibekuk di wilayah Sangir Jujuhan.

Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto, dalam pers confrence yang digelar Kamis (12/9), mengungkapkan, ada kemungkinan antar komplotan tersebut berada dalam satu jaringan. “Saat ini masih terus dilakukan pendalaman,” kata Imam Yulisdianto didampingi Kasat Reskrim AKP Mochammad Rosidi dan Kapolsek Sangir Jujuhan Iptu Indra Putra.

Disampaikan Kapolres, penangkapan tersangka J berawal dari laporan warga Talao, Sangir Balai Janggo, Buhrizal, pada Selasa (10/9). Buhrizal melaporkan kehilangan sapi betina miliknya. Hari itu juga, tim gabungan polres Solok Selatan yang dipimpin Kasatreskrim M. Rosidi lansung diperintahkannya untuk menindaklanjuti. Gerak cepat tim, akhirnya berhasil meringkus tersangka di hari itu juga.

Tersangka J bersama barang bukti, saat ini telah diamankan di mapolres Solok Selatan.

Hasil berbelanja masalah
Dalam kesempatan itu, Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto mengatakan, sejumlah keberhasilan jajarannya dalam mengungkap berbagai kasus di Solok Selatan, tidak terlepas dari bantuan dan kerjasama masyarakat.

Disampaikan Imam, jajaran polres bisa bergerak cepat karena memang telah dipersiapkan tim tersendiri yang merupakan gabungan dari personil polisi di polres dan di polsek-polsek. “Tim ini, khusus untuk menjawab sejumlah keluhan dan masalah yang meresahkan yang terjadi di tengah masyarkat,” kata Imam.

Dikatakannya, secara pribadi dirinya suka berbelanja masalah. “Di pasar, di masjid, di warung, kita selalu belanja masalah. Menanyakan keluhan dan keresahan masyarakat,” jelas Imam. Hasil belanja masalah itulah yang akgirnya menjadi salah satu alasan dirinya membentuk tim gabungan tersebut.(helfi yulinda)

Ditulis Oleh Pada Kam 12 Sep 2019. Kategory Nasional, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek