| | 35 kali dibaca

Peran Pemimpin Di Organisasi

Oleh : Eko Saputra.

Patut kita tau apa aja si peran dari seorang pemimpin ? kita simak yuk artikel berikut ini dan kita bahas satu-persatu.
Perlu kita ketahui pemimpin adalah ketua atau kepala dari suatu organisasi baik itu dilingkungan kerja ataupun dilingkungan organisasi. Pemimpin berperan penuh disegi situ baik untuk menjalankam program-program kerja maupun untuk mengayomi bawahnnya. Organisasi ataupun perusahaan bersifat wajib mempunyai pemimpin untuk bisa mensukseskan suatu rencana kerja. Baik itu rencana secara internal maupun rencana secara eksternal. Rencana internal biasanya meliputi suatu program wajib tahunan yang dilaksanakan tiap tahun secara rutin. Rencana eksternal biasanya suatu program membantu cabang lain perusahaan atau kalau istilah diorganisasi mengikuti perlombaan tingkat nasional.
Pemimpin itu adalah seseorang yang mencerminkan perilaku baik kepada bawahan atau staffnya, dalam sebuah organisasi pemimpin adalah seorang yang memegang kunci keberhasilan, dari arahan yang baik bias membuat para staff nya menjadi seoarang bawahan yang dapat mempunyai potensi didalam diri yang baik juga. Jika saja seorang pemimpin dalam suatu organiasi tidak biasa berperilaku dengan baik maka resikonya tidak akan bias terlaksana juga sebuah organinsasi tersebut dengan baik.
Nah disini sudah paham belum peran pemimpin begitu penting ? apa masih belum paham? Yang dapat di simpulkan bahwa peran pemimpin sangat penting dalam sebuah organisasi. Disini akan kita kenalkan lagi fungsi dari seorang pemimpin, agar kita bisah lebih mengerti, apakan peran pemimpin itu di dalam sebiuah organisasi.
Nah yang pertama itu, fungsi perencanaan : seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan diri sendiri selaku penanggungjawab tercapainya tujuan organisasi.
Yang kedua, memandang ke depan : seorang pemimpin  yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu meneropong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap segala kemungkinan.
Yang ketiga, pengembangan loyalitas : pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga untuk para pemimpin tingkat rencdah dan menengah dalam organisasi, agar suatu organisai bia berkembang luas.
Yang keempat, fungsi pengawasan : pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemajuan pelaksanaan rencana, agar mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diingankan seperti ketidak jujuran bawahan dalam menjalankan tanggung jawab tugas yang di pegang.
Yang kelima, pengambilan keputusan: pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Karena jika saja seorang pemimpin salah dalam pengambilan keputusan itu akan bisa merugikan semua pihak. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang tidak berani mengambil keputusan.
Yang keenam, fungsi pemeliharaan : fungsi ini mengupayakan kepuasan bathin bagi pemeliharaan dan pengembangan kelompok untuk kelangsungannya. Seorang pemimpin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi. Pemimpin juga perlu memberikan penghargaan, pujian, hadiah dan semacamnya kepada anak buah yang berprestasi, untuk menjalankan fungsi ini.
Dan yang terakhir itu adalah fungsi dalam menjalankan tugas : pemimpin harus konsisten menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tapi juga harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pimpinan formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik. Contoh adalah para pemimpin yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya. Tidak banyak pemimpin yang memiliki metode kepemimpinan ini. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah – sekolah formal. Keterampilan seperti ini disebut dengan Softskill atau Personalskill. Dalam salah satu artikel di economist.com ada sebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught, dibahas bahwa kepemimpinan (dalam hal ini metode kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka yang memiliki karakter kepemimpinan. Ada beberapa hal penting dalam metode kepemimpinan, yaitu : Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas, pemimpin yang responsive dalam mengamati segala sesuatu, dan seorang pemimpin yang menjadi pendamping bagi bawahan atau staffnya.
Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dalam suatu organisasi perlunya kerja sama yang baik di dalam sebuah tim, bersikap baik yang selalu mencontohkan kedisiplinan akan ketepatan waktu, dan menjadi pemimpin yang konsisten dan tegas dalam sebuah peraturan yang telah di buat, itu semua adalah sedikit dari banyaknya tugas pemimpin agar dapat tercapainya kelancaran tujuan yang efektif.

 

Catatan : Penulis adalah mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang.

Ditulis Oleh Pada Sen 28 Okt 2019. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek