| | 44 kali dibaca

Membangun Jiwa Kepemimpinan Dalam Diri

Oleh : Mega Intan Kinasih Kusuma Putri,

 

Dalam banyak hal, akan lebih nyaman bekerja secara tim dibanding bekerja sendiri-sendiri, dengan ego masing-masing. Hal inilah yang mendorong individu untuk mendirikan suatu organisasi.Salah satu fungsi organisasi adalah sebagai wadah dimana kita melakukan suatu pekerjaan secara bersama-sama yang dipimpin oleh seseorang yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk memimpin orang-orang. Salah satu tugas pemimpin adalah memastikan bahwa orang-orang yang bekerja dibawahnya mampu menyelesaikan semua tugas dengan baik, secara bersama-sama. Namun, fungsi pemimpin bukan hanya mengatur semuanya agar sesuai dengan rencana dan visi, melainkan juga memelihara keinginan anak buah untuk melakukan kerja kelompok. Penting dipahami bahwa seorang pemimpin haruslah memiliki jiwa yang suportif, artinya mampu memandu anak buahnya dalam setiap tugasnya yang dibebankan kepada mereka, karena organisasi membutuhkan pemimpin yang memandu, bukan memerintah dan juga pemimpin yang menjadi pusat dimana segala keluhan yang berhubungan dengan pekerjaan ditempatkan.Tidak hanya pemimpin saja yang harus bisa diandalkan, para anggota organisasi juga harus dapat menjalankan kewajibannya dengan baik. Dalam hal kerjasama ini, salah satu faktor yang menurut saya penting itu ialah komunikasi. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, maka akan memudahkan suatu urusan ataupun masalah yang terjadi. Pimpinan dan anggotanya dapat saling mengkomunikasikan segala hal yang terjadi dalam organisasnya. Sehingga, apa yang ada didalam organisasi tersebut dapat dijalankan secara baik.. Menurut saya, ada beberapa sikap kepemimpinan yang perlu diterapkan oleh seorang pemimpin didalam organisasi, diantaranya;
Menjalin kedekatan dengan anggota
Kepemimpinan dalam organisasi akan lebih efektif jika seorang pemimpin telah dapat respect dari anggotanya. hal-hal inilah yang dapat menjalin kedekatan antara pemimpin dan anggotanya, sehingga anggota akan percaya dan yakin untuk mengikuti arahan pemimpinnya,
Memberikan kepercayaan dan tanggungjawab
Kepemimpinan adalah bagaimana seorang pemimpin dapat memberikan semangat dan motivasi, bahkan untuk setiap hal kecil dari pekerjaan yang anggotanya lakukan. Jadi, kepemimpinan dalam organisasi bukan melulu soal pangkat dan jabatan.
Memberikan kepercayaan dan tanggungjawab
Hal yang paling penting dalam kepemimpinan yaitu adalah tentang kepercayaan. Berikan anggota kepercayaan dan tanggungjawab yang lebih dalam melakukan tugas mereka. Jangan langsung menghakimi jika ada hal yang tak sjalan. Usahakan untuk memberi mereka feedback agar kedepannya mereka tidak takut salah dalam mengambil sebuah keputusan.
Agar seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik, tentunya akan dibutuhkan pengalaman panjang selama bertahun-tahun didalam sebuah organisasi. Sebagian besar hal yang dapat mengembangkan sikap kepemimpinan kita yaitu melalui pelatihan kepemimpinan (leadership training) dan konsultasi untuk pengembangan SDM.
Faktor-faktor internal ini juga harus ada dalam diri seorang pemimpin, diantaranya
Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpin, tetapi sungguh-sungguh memiliki tanggungjawab kepada Tuhan. Artinya, dia hidup dalam perilaku yang didasari oleh agama, yang diharapkan bisa mempertanggungjawankan setiap apa yang dipikirkan, dikatakan dan dilakukannya. Lalu, pemimpin sejatinya senantiasan mau belajar dan tumbuh dalam berbagai aspek, baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi dan sebagainya.
Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan social dan negerinya.
Seperti yang dikatakan General Ronal Fogleman, Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat, “I don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be leader. Anybody who want to raise his hand can be a leader anytime”, dan artinya “Saya tidak berfikir anda menggunakan bintang dibahu anda atau sebuah gelar pemimpin. Orang lain yang ingin mengangkat tangannya juga bisa untuk menjadi pemimpin kapan saja”
Nah, selain hal yang disebutkan diatas, ada juga hal yang perlu ada dalam sosok pemimpin. Yaitu sifat rendah hati atau yang kita sebut humble. Pelajaran mengenai kerendahan hati seorang pemimpin sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Mandela, seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjai negara yang demokratis dan merdeka. Selama 27 tahun penderitaan penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam diri Beliau. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama betahun-tahun.
Ada beberapa tipe kepemimpinan, yaitu kepemimpinan diktatoris dikenal dengan kepemimpinan dengan cara menggertak, menguasai. Kemimpinan otokratis, yaitu pemusatan otoritas dan pengambilan keputusan pada pimpinan, lalu kepemimpinan demokratis yaitu berdasarkan pada desentralisasi kekuasaan dan pengambilan keputusan, dan yang terakhir yaitu kepemimpinan laisez-faire yang membiarkan kelompoknya menetapkan tujuan dan keputusannya.
Lalu, tipe manakah kita? Apakah kita dapat memilih tipe kepemimpinan?
Untuk mengembangkan atau memilih tipe kepemimpinan yang efektif, maka pahamilah bagaimana oranglain memandang gaya kepemimpinan kita sekarang. coba bertanya pada orang sekitar, bagaimana tindakan kita sebagai seorang pemimpin.
Apakah kita dapat menjadi pemimpin yang baik?
Setiap orang dapat menjadi pemimpin yang baik. Namun, diperlukan sedikit kegigihan untuk belajar. Yang pasti harus mempunyai rasa percaya diri dan memberikan komitmen untuk membuat perubahan dalam mengembangkan organisasi. Tidak harus menunggu kita ditugaskan memimpin program yang besar, bahkan proyek atau kegiatan kecilpun dapat menjadi sarana untuk belajar menjadi pemimpin yang baik. Kepemimpinan bukan berasal dari jabatan atau pangkat yang dipegang, melainkan dari kepribadian dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin. Kepemimpinan itu merupakan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang, yang lahir dari proses internal (leadership from the inside out).

Ditulis Oleh Pada Sen 28 Okt 2019. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek