' '
| | 1.267 kali dibaca

Makam Ulama Islam Dirusak, FPI Ancam Bertindak

Ketua FPI Kota Tanjungpinang H M Husnizain  dan ketua dewan Syuro FPI, H Herman SH. (foto by aliasar,radarkepri.com).

Ketua FPI Kota Tanjungpinang H M Husnizain dan ketua dewan Syuro FPI, H Herman SH. (foto by aliasar,radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Fron Pembela Islam (FPI) Kota Tanjungpinang mengancam akan turun kelapangan dan bertindak tegas pada penambang illegal di Tanjung Moco, Kelurahan Dompak, Kecamatan Tanjungpinang Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. Aksi turun dan menindak tegas itu menindaklanjuti “hancurnya” makam ulama besar Islam, Syeikh Abdullah akibat tambang bauksit illegal yang dibiarkan oleh aparat penegak hukum.
Penegasan ini diungkapkan ketua umum FPI kota Tanjungpinang, H M Husnizain didampingi ketua umum Dewan Suro (FPI) kota Tanjungpinang, H Herman SH ketika dikonfirmasi Radar Kepri di kedai kopi Jl R Ali Haji, kilometer 4 Pamedan, Jum’at (22/11), usai sholat Jum’at.

H M Husnizain menambahkan.”FPI akan berkoordinasi dulu dengan Ketua Umum (FPI) Provinsi Kepri, H Hajarulah SH M HUM. Apabila kami sudah koordinasi, diseluruh jajaran FPI, maka kami akan melaporkan kepihak kepolisian setempat. Jika laporan kami tidak ditindaklajuti, maka kami akan turun ketempat situs makam H Abdullah tersebut.”Katanya.

Kemudian, H M Husnizain menjelaskan.”Sebenarnya situs makam bersejarah itu, bukanlah kepentingan (FPI) saja. Namun juga kepentingan semua pihak yang ada di kota Tanjungpinang ini.”Jelasnya.

Sementara ketua umum Dewan Syuro (FPI) kota Tanjungpinang, H Herman SH menambahkan.”Kita tidak bisa juga menyalahkan H Lis Darmansyah SH selaku walikota Tanjungpinang terkait kerusakan situs makam bersejarah ini. Karena dia (H Lis Darmansyah,red) belum setahun menjabat. Jika kita bandingkan dengan Hj Suryatati, tidak bisa juga.”imbuhnya.

Ditambahkan H Herman SH.“Namun, meskipun belum sampai setahun Lis menjadi orang nomor satu di kota Tanjungpinang ini. Seharusnya, hancurnya situs bersejarah itu, apakah mungkin walikota itu tidak tahu ?.Itukan mustahil.”Tanya Herman.

Pantauan Radar Kepri dilokasi pada Senin (18/11) lalu, situs makam ulama besar Islam asal jazirah Arab, H Abdullah tersebut, sudah hancur akibat biji bauksit di sekelilingnya dikeruk oleh.”perampok dan penjarah” hasil perut bumi, untuk dijual ke negeri Cina.

Anehnya, meski-pun telah disorot oleh media ini terkait pengrusakan situs makam bersejarah. Hingga saat ini, belum ada tindakan dari dinas dan aparat terkait, seperti pihak Kepolisian, Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas lainya.

Sumber, menyebutkan.”Kalau tambang yang di TanjungMoco itu, tidak akan bisa ditutup bang. Jangankan setingkat Kapolres, walikota, Gubernur saja tak mampu menutup tambang illegal itu. Jika Walikota dan Gubernur mampu menghentikan para perampok dan penjarah bauksit didaerah ini. Mungkin sudah lama ditutup.”sebut sumber yang meminta nanamya tidak ditulis itu.

Sumber menambahkan, ada petinggi aparat penegak dan orang hebat yang kebal hukum “membeking” penambang illegal di Tanjung Moco dan Dompak.”Mungkin kalau ormas FPI bergerak, ada sedikit pengaruhnya. Tapi, paling-paling hanya bisa menghentikan sementara. FPI berlalu, tambang berjalan lagi”terang sumber.

Pihaknya menyesalkan lambannya gerakan FPI dalam bertindak.”Entah apa yang ditunggu ?. “tutup sumber.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sab 23 Nov 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Makam Ulama Islam Dirusak, FPI Ancam Bertindak”

  1. walikota TANJUNGPINANG : LIS darmansyah itu sudah dpt uang suap, makanya dia pura pura ga tau ,, wong ada uang ngalir ke kocek, nyesal masyarakat bodoh yang pilih walikota macam gt

Komentar Anda

Radar Kepri Indek