Proyeksi PAD Ambruk Rp 131,3 Miliar, Pantaskah Kepala Bapenda Lingga Dipertahankan ?

Radar Kepri, Lingga – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga kembali menjadi sorotan setelah dinilai ambruk dalam rapat Rancangan Perubahan KUA dan PPAS yang diadakan pada hari sabtu (26/9/26) di ruang rapat Kantor DPRD Kabupaten Lingga.

Proyeksi PAD yang semulanya di targetkan sebesar 175,3 Miliar Rupiah saat ini dipangkas menjadi hanya 44,1 Miliar Rupiah. Ini berarti daerah berpotensi kehilangan pendapatan hingga 75% atau lebih dari setengah dari angka yang di targetkan saat rapat paripurna DPRD.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar dalam rapat tersebut memaparkan bahwa penyesuaian besar-besaran terhadap APBD Perubahan 2026 yang tadinya direncanakan akan mencapai 800,49 Miliar turun menjadi 739,33 Miliar. Penurunan fantastis ini nyaris sepenuh adalah imbas dari lemahnya PAD Kabupaten Lingga.

Menariknya diluar dari itu justru ada peningkatan dana transfer dari pusat sebesar 70 Miliar Rupiah yang artinya Kabupaten ini semakin bergantung kepada pemerintah pusat setelah gagal menggali potensi daerahnya.

Seiring dengan itu Pemerintah daerah juga memangkas anggaran Belanja daerah hingga 106,62 Miliar Rupiah untuk belanja operasional dan penanaman modal.

Pertanyaan keras justru di tujukan kepada Bupati Lingga Muhammad Nizar, apakah dengan melihat kejadian seperti ini tetap akan mempertahankan Kepala Bapenda saat ini? Jika iya makan harus dipertanyakan dasarnya.

Alias Wello, Bupati Lingga sebelum Nizar memberikan pernyataan menohok “Kemarin alasan Pemda karena dana transfer berkurang, sekarang dana dari pusat sudah cair, dan malah bertambah, tapi kondisi APBD masih defisit, angkanya sangat membahayakan, belum lagi kita harus bayar utang. Itu artinya bupati, wakil bupati, sekda dan Bapenda tidak bekerja,” ujarnya pada Minggu (27/9/2026).(Farhan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *