' '
| | 2.342 kali dibaca

Ini Kata PT Wika Terkait Ambruknya Jembatan I Dompak

Kontraktor pelaksana proyek Jembatan I Dompak dari PT Wika dan Dinas PU Kepri ketika memberikana klarifikasi terkait ambruk titik P7, Minggu (04/10) sore.

Kontraktor pelaksana proyek Jembatan I Dompak dari PT Wika dan Dinas PU Kepri ketika memberikana klarifikasi terkait ambruk titik P7, Minggu (04/10) sore.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Terkait ambruknya jembatan Dompak di satu segmen P7 pada Jumat (02/10) sekitar pukul 16 50 Wib, pihak kontraktor pelaksana proyek pembangunan, PT Wijaya Karya (Wika) menyatakan insiden itu musibah dan tidak ada korban jiwa maupun cidera berat dari pekerja. Perusahaan juga mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 20 Miliar namun tidak akan meminta tambahan dana dari APBD Kepri.

Hal ini disampaikan pihak perusahaan dan Pimpinan Proyek (Pimpro) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kepri.”Penyebab musibah masih kita selidiki, kita akan transpran dan berkoordinasi dengan semua pihak, eksekutif, legislatif dan yudikatif agar pembangunan ini dilanjutkan.”ujar Rodi Yantri, wakil direktur PT Wijaya Karya.

Pihak perusahaan mengakui, akibat musibah ini akan timbul keterlambatan penyelesain pekerjaan hingga 7 bulan.”Lantai yang sedang dikerjakan mengalami penurunan sepanjang 28 meter dari titik P7-P7A.”tulis pihak perusahaan dalam siaran persnya.

Ketika dikonfirmasi radarkepri.com di basecamp-nya, di ujung Jembatan Dompak I, Minggu (04/10) tentang informasi pekerjaan di subcon-kan ke pihak ketiga.”Tidak di subcon, tapi kami kerjakan sendiri. Namun ada sebagian yang di subcon pada spesialisnya, tidak seluruhnya.”ujarnya.

Kemudian, jika ada aparat penegak hukum melakukan penyelidikan.”Kalau memang ada pemeriksaan dari pihak berwajib, kita akan terbuka dan siapkan data-datanya.”terang.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Ming 04 Okt 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek