; charset=UTF-8" /> BP Batam Biarkan HL Dam Baloi Dijarah - | ';

| | 969 kali dibaca

BP Batam Biarkan HL Dam Baloi Dijarah

Pengrusakan hutan lindung Dam Baloi, Batam dibiarkan aparat penegak hukum.

Pengrusakan hutan lindung Dam Baloi, Batam dibiarkan aparat penegak hukum.

Batam, Radar Kepri-Tidak adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum pada pelaku pengrusakan Hutan Lindung, Dam Baloi, Batam. Membuat HL serapan air di kota Batam terancam punah ranah. Masyarakat dan LSM yang peduli mulai resah dan angkat bicara, minta Polda Kepri bertindak tegas.

Hal ini disampaikan Eduar Kamaleng,  aktifis LSM Penggerak Anak Bangsa Provinsi Kepri.”Setahu saya, sejauh ini hutan Dam Baloi itu masih berstatus hutan lindung. Akan tetapi, Otorita Batam (OB) yang sekarang berganti nama dengan BP Batam sengaja membiarkan masyarakat menempati  lahan itu. Agar yang tadinya hutan lindung, berubah fungsi menjadi lahan komersil.”terang pada awak media  ini di Batam Center, Jumat (01/05).

Seharusnya BP Batam itu yang mempunyai petugas lapangan Ditpam, menjaga kelestarian lingkungan terutama lahan Hutan Lindung. Apa lagi hutan lindung ini terletak di kawasan perkotaan sebagai paru-paru kota, memberikan kesejukan untuk warga kota. Hal ini seharusnya dijaga bukan di rusak seperti ini, saat ini kondisi hutan ini sudah tandus dan porak-poranda ditebangin.”Saya yakin di musin hujan simpang Jam yang terletak di samping hutan Dam Baloi ini akan parah dilanda banjir sedangkan tidak dirusak saja hutan Dam Baloi, simpang Jam banjir di kala hujan.”ujarnya.

Bahkan sekarang ini ada informasi, lahan tersebut sudah di komersilkan BP Batam pada pengusaha-pengusaha tertentu.”Kalau informasi ini benar, tentu sangat menjadi pertanyaan dibenak kita sebagai perpanjangan pusat di daerah BP Batam telah melanggar undang-undang   hutan lindung dengan cara merusak.”ungkapnya.

Masih dia, ada informasi kalau hutan tersebut  sudah di alih fungsi-kan, namun itu persoalannya tidak masuk akal.”Kemana di alih fungsikan, karena kalaupun sudah di alih fungsikan, tentu kita harus tahu, misalnya hutan lindung Dam Baloi ini kebutuhan masyarakat Kecamatan Batam kota, tentu alih fungsinya harus terletak di Batam kota, bukan di Tembesi kecamatan Sei Beduk tidak Benar.”paparnya.

Bahkan lahan hutan lindung Dam Baloi ini sudah dimiliki pengusaha-pengusaha ternama di kota Batam dan kasus ini akan saya laporkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kementerian lingkungan dan Menteri Kehutanan.”Karena saya tahu persis lahan hutan lindung Dam Baloi tersebut belum pernah di cabut status sebagai hutan lindung.”ungkapnya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Jum 01 Mei 2015. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek