; charset=UTF-8" /> Tumpukan Limbah Resahkan Warga - | ';

| | 103 kali dibaca

Tumpukan Limbah Resahkan Warga

Batam Radar Kepri- Adanya temuan penumpukkan, limbah, berlumpur Pendalaman laut, dikecamatan Sekupang, kelurahan Tanjung Riau, RT 03/RW 04 meresahka warga sekitar akibat bau busuk menyengat.

Herry Marhat, aktifis lingkungan hidup, Sekretaris Komite pengawas lingkungan hidup Indonesia ( KPHLI) Propinsi Kepri,
Menanggapi hal tersebut.”Kalau menurut kami dari komite peduli lingkungan hidup indonesi (KPLHI) prov kepri
Terkait masalah adanya pegerjaan pendalaman alur sungai yang diduga ilegal itu,
Kita minta pemerintah daerah benar benar serius menangani segala bentuk pelanggaran terhadap lingkungan, sesuai dengan Peraturan Perundang- undang yang berlaku, dikatakan Herry Marhat.”urainya pada awak media ini Senin tanggal 4/9.di Batam Centre.

Jangan sampai ada alasan alasan yang tak masuk akal lagi.”Karena ketentuan dan makanisme nya sudah jelas diatur dalam peraturan menteri perhubungan nomor PM 52 tahun 2011.” Jelasnya.

Dimana dalam peraturan tersebut sangat jelas disebutkan tentang ketentuan hukumnya.
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan dan kompetensi serta dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal.
(2)Sertifikat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada perusahaan pengerukan dengan memenuhi persyaratan
a.memiliki izin usaha pengerukan dan reklamasi.
b.kemampuan menyediakan peralatan keruk.” Paparnya

Lebih lanjut Herry mengatakan, kemudian yang harus kita perhatikan adalah masalah teknis pekerjaan.
Dimana perusahaan wajib mempunya Layout (peta lokasi), titik koordinat geografis area yang akan dikeruk dan lokasi pembuangan hasil keruk (dumping area).”Sebenarnya kita miris kalau mendengar banyaknya pelanggaran pelanggaran yang terjadi dalam pekerjaan pendalaman alur sungai dan reklamasi yang ada dikota Batam.”ujarnya.

Dimana masyarakat yang masih awam saja mampu melihat kejanggalan kejanggalan dan segala jenis pelanggaran yang dilakukan.tapi sangat pihak -pihak terkait sangat lamban dalam penanganan, bahkan terkesan bungkam saat ada laporan dari masyarakat.
Menyangkut, berhubungan Pembuangan limbah ini diarea lingkungan masyarakat, maka ini juga melanggar UU No 32 tahun 2009.
Bisa dilahat dari berbagai pasal yang ada dalam tubuh undang- undang ini, hukumannya,
sangat berat bagi pelaku yang sengaja, melakukan Pelanggaran, Undang- undang ini.

Sekali lagi.”Kami minta kepada Pemerintah kota Batam, Propinsi Kepulaun Riau, melakukan kroscek terhadap izin- izin, bos yang melakukan Pengkerutan alur laut,
Demi mencegah berdiri Pelabuhan- pelabuhan tikus diBatam.” Pungkasnya.

Sementara itu, Herman yang disebut- sebut, sebagai Pemilik limbah yang dibuang, sebagai mana disebutkan diatas, yang dikomfirmasi melalui WhatsAppnya, sampai berita ini diturunkan belum ada Jawabannya. (Taherman)

Ditulis Oleh Pada Sen 06 Sep 2021. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek