; charset=UTF-8" /> Pandemi Covid-19, Momentum Instrospeksi Diri - | ';

| | 54 kali dibaca

Pandemi Covid-19, Momentum Instrospeksi Diri

Oleh : Dr. Apriyan D Rakhmat, M.Env.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, mungkin adalah momentum bagi kita umat manusia untuk introspeksi diri masing-masing. Semoga hal ini akan dapat untuk menyadarkan dan meningkatkan imunitas diri kita, ditengah gonjing-ganjing berita berkenaan Covid-19 yang terkadang semakin liar dan di luar kendali. Bahkan ada yang mengatakan ini adalah plandemi, suatu situasi dimana pandemi/wabah yang direncanakan oleh pihak-pihak tertentu dengan tujuan tertentu pula.
Terlepas dari berbagai isu tersebut, yang pasti angka kematian akibat pandemi Covid-19 terus bertambah dan bahkan makin meningkat di beberapa negara dan wilayah di Tanah Air, khususnya di kawasan perkotaan. Jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 terus berfluktuasi, termasuk yang sembuh dan meninggal sebagaimana yang terus diberitakan di media massa dan media sosial. Kawasan zona merah, oranye, kuning dan hijau silih berganti.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda kapan akan berakhirnya pandemi Covid-19 yang telah menyebar hampir di seluruh penjuru dunia. Keadaan makin runyam, dengan munculnya varian baru dari pandemi Covid-19.
Berbagai usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah, baik melalui pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan program lainnya belum menunjukkan hasil yang menggembirakan, dimana kasus Covid-19 masih tinggi di beberapa kabupaten/kota, dengan istilah baru PPKM level 4.
Momentum Introspeksi
Beberapa uraian ini mungkin dapat untuk dijadikan renungan sebagai momentum introspeksi diri. Pertama, momentum untuk istighfar dan mohon ampunan kepada Allah, atas dosa dan maksiat yang telah kita lakukan, dan segera bertaubat dengan taubatan nasuha atas segala kelalaian dan kealfaan selama ini, khususnya dosa-dosa besar yang mendapat ancaman neraka dan laknat dari Allah dan Rasulnya. Diantara dosa besar yang paling besar adalah perbuatan syirik. Durhaka kepada kedua orang tua. Melakukan zina. Praktek riba. Tidak bayar zakat. Meninggalkan sholat dan membunuh jiwa tanpa hak. Dan masih banyak yang lainnya. Dalam konteks ini, musibah yang terjadi adalah karena akibat dosa dan maksiat yang dilakukan manusia, seperti firman Allah dalam Surat Asy-Syura Ayat 30, yang artinya “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kamu)”
Kedua, momentum untuk intropeksi begitu lemah dan kerdilnya manusia dihadapan Allah Yang Maha Kuasa. Virus yang begitu kecil dan tidak tampak secara kasat mata, tak mampu diatasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital. Dan sebaliknya, menunjukkan begitu agung dan maha besarnya kekuatan dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, supaya manusia semakin sadar untuk mendekatkan diri kepadaNya, dan seterusnya menghajatkan umat manusia untuk memohon pemeliharan, penjagaan dan perlindungan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas pandemi Covid-19. Kerena semua yang terjadi di permukaan bumi, pasti atas izinNya.
Ketiga, momentum untuk melakukan berbagai amal shaleh yang mungkin terabaikan dan terlupakan selama ini, karena banyak waktu luang di rumah, seperti; tilawah Al-Qur’an, sholat fardhu berjemaah, puasa sunat, zikir, berdo’a, mendengarkan ceramah pengajian, dan bersedekah. Sekaligus, mempersempit untuk melakukan berbagai macam maksiat dan kedurhakaan kepada Allah yang banyak dilakukan di luar rumah.
Keempat, momentum mempererat ikatan keluarga, yang selama ini banyak terpisah karena kerja dan kesibukan, kesempatan untuk berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga besar. Selain itu, juga peluang dan tantangan untuk mendampingi dan mengajar anak belajar di rumah, bagi yang masih punya anak sekolah.
Kelima, momentum untuk menghadirkan kepedulian global sesesama umat manusia untuk secara bersama sama dan bergandeng tangan mencari solusi mengatasi pandemi Covid-19. Mulai dari cara-cara pencegahan pandemi Covid-19, obat-obat yang sesuai dan vaksin. Termasuk kepedulian untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan kebutuhan pokok harian, seperti sembako, biaya pendidikan, kesehatan dan yang lainnya. Sebab, di masa pandemi Covid-19 banyak warga yang kehilangan pekerjaan dan menurunnya pendapatan keluarga.
Keenam, momentum untuk menjaga kesehatan yang mungkin selama ini mungkin terabaikan kerena kesibukan kerja dan kelalaian. Momentum untuk melakukan olahraga secara teratur, pola makan dan gaya hidup sehat. Membiasakan mencuci tangan, kebersihan tubuh dan lingkungan rumah. Semoga. Allahu A’lam.

Catatan, penulis Dr. Apriyan D Rakhmat, M.Env
Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota
Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau, Pekanbaru.

Ditulis Oleh Pada Sel 07 Sep 2021. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek