; charset=UTF-8" /> Setahun Bersama Covid-19 di Indonesia - | ';

| | 51 kali dibaca

Setahun Bersama Covid-19 di Indonesia

Oleh : Liwi Pusfa.

Pada awal Maret 2020 warga Indonesia kedatangan virus Corona atau disebut juga
Covid-19, yang berarti sudah setahun kita hidup berdampingan dengan virus Covid -19. Kedatangan virus ini membuat pemerintah dan masyarakat dihadapkan pada
berbagai keputusan sulit baik itu di sektor kesehatan, sosial, ekonomi, maupun
politik.

Mayoritas masyarakat mengakui pandemi virus Corona dan penanganannya dirasakan sangat menganggu kondisi perekonomian mereka. Tepat pada 1 Juni 2020 pemerintah memberlakukan New Normal dengan peraturan tetap mematuhi protokol
kesehatan ketika bepergian keluar rumah.

Hingga saat ini pandemi Covid-19 masih
terus mewabah di seluruh dunia, termasuk indonesia. Semua aktifitas pendidikan, mulai dari tingkat dasar dan menengah hingga tingkat perguruan tinggi dilakukan secara daring, tanpa tatap muka antara pengajar dan peserta didik.

Ternyata kegiatan daring untuk beberapa peserta didik adalah hal mungkin mereka
sukai.kenapa begitu ? dimana mereka hanya perlu melakukan pertemuan dengan cara online tanpa harus bepergian apalagi disaat mengerjakan tugas bisa sambil rebahan tapi tetap saja mungkin bagi sebagian peserta didik yang lainnya ada yang merasa bosan dan ingin bertemu teman-temannya.

Terutama para mahasiswa yang ingin mencari pekerjaan part time disaat pandemi seperti ini sangat sulit sekali.
Tentu saja kegiatan pendidikan secara daring ini berdampak juga kepada peserta didik yang kurang mampu untuk menerus membeli kuota, bahkan untuk mahasiswa yang tidak memiliki hp atau yang tinggal di daerah yang belum memiliki sinyal yang bagus akan menjadi keterbatasan dalam penyampaian materi sehingga mereka tidak menerima materi pendidikan dengan baik seperti saat kegiatan pendidikan secara tatap muka. Mereka harus bertahan dengan kondisi serba keterbatasan. Tak punya alasan mereka harus tetap aktif dalam pembelajaran demi memenuhi standar
penilaian yang telah di tetapkan.

Di balik dampak tersebut, terdapat dampak positif dari pendidikan di indonesia selama pandemi covid-19 seperti pelajar maupun
pengajar dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran dari rumah dan
membuat orang tua lebih mudah dalam mengawasi perkembangan belajar anak
secara langsung.

Walaupun begitu banyaknya keterbatasan kita semua telah hidup berdampingan dengan virus Corona selama setahun. Lalu, bagaimana kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang kita tidak tahu akan sampai kapan atau mungkin bisa saja kita harus terus hidup berdampingan dengan virus Corona selama beberapa tahun ?.

Virus Corona menyebar saat orang terinfeksi batuk dan menyebarkan percikan atau cipratan yang mengandung virus ke udara. Ini bisa
terhirup masuk atau menyebabkan infeksi jika anda menyentuh mata, hidung atau mulut dengan yang meneyentuh permukaan tempat virus jatuh. Menurut Organisasi.

Kesehatan Dunia, WHO yang paling penting mencegah penularan adalah menjaga
kebersihan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer, tidak menyentuh mata, hidung, mulut dengan tangan yang banyak menyentuh permukaan dan tidak lupa memakai masker saat beraktifitas diluar rumah. Semua orang tahu bahwa vaksinasi virus Covid-19 telah di jalankan secara bertahap.

Ada sebagian warga negara yang menerima dan menolak untuk di vaksin tentu saja banyak sekali rumor tentang vaksin virus Covid-19 sehingga mendapatkan penolakan dari sebagian warga negara terkait tentang perekonomian dan kesehatan. Kalau vaksin harus dibeli, tidak semua masyarakat mampu. Apalagi jika isu bahwa harga vaksin sangat mahal ternyata benar.

Tidak hanya tentang mahalnya harga vaksinasinasi sebagian warga negara ragu akan efek samping dari vaksin tersebut. Dengan melakukan vaksin setidaknya bisa mendorong agar kegiatan belajar bisa kembali di gelar secara tatap muka di sekolah. Walaupun di
vaksin tetap saja tanggung jawab keselamatan Covid-19 berasal dari diri sendiri serta tetap menjalani aktifitas dengan protokol kesehatan. DalamDalam situasi seperti saat ini, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus bekerja sama membangkitkan optimisme seraya tetap menjaga kehati-hatian. Lembaga legislatif kita harapkan dapat membantu pemerintah mencegah dampak negatif kekhawatiran masyarakat. Kepala daerah segera bergerak menjelaskan langkah pencegahan penularan dan penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

Komunitas masyarakat membantu menyebarkan informasi akurat. Hanya dengan kerja sama kita dapat keluar dari dampak negatif pada berbagai sudut kehidupan kita akibat wabah Covid-19. Penanganan yang baik secara bersama-sama akan menjaga kepercayaan dunia usaha dan investor yang pada akhirnya akan menguatkan indeks harga saham gabungan, membuat wisatawan mancanegara kembali berkunjung ke Indonesia, dan ekonomi membaik.

Ke depan, kita ingin Indonesia bukan hanya menemukan kasus warga yang terinfeksi, tetapi juga menyembuhkan dan bersama masyarakat dunia mencegah persebaran Covid-19 melalui penelitian kedokteran yang tengah kita lakukan.

 

Catatan : Penulis adalah mahasiswi STISIPOL Raja Haji jurusan Prodi Administrasi Publik.

Ditulis Oleh Pada Kam 11 Mar 2021. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek