; charset=UTF-8" /> Peran Kepemimpinan Wanita - | ';

| | 94 kali dibaca

Peran Kepemimpinan Wanita

Oleh : Feby Amartya Putri.

Kepemimpinan itu bersifat spesifik dan diperlukan bagi suatu situasi yang khusus. Dalam suatu kelompok akan melakukan aktivitas tertentu dan mempunyai suatu tujuan yang khusus dengan visi dan misi yang sangat kuat. Jika kita berbicara tentang kepemimpinan, umumnya dalam kepemimpinan sangat identik dengan kaum pria, tetapi tidak lupa juga kita mempunyai kaum wanita yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang bermacam karakter, dan tidak jauh beda keahliannya dalam memberikan gagasan atau berorasi. Dalam pandangan tradisional pun perempuan diidentikkan dengan sosok yang lemah, halus, serta emosional, sementara laki-laki digambarkan sebagai sosok yang gagah, berani dan rasional. Pandangan inilah yang telah memposisikan perempuan sebagai makhluk yang seolah-olah harus dilindungi dan senantiasa bergantung pada kaum laki-laki. Sangat memprihatinkan bukan jika masih ada pemikiran yang meletakkan perempuan sebagai sub-ordinat laki-laki? Banyak perempuan yang telah menduduki jabatan sebagai pemimpin, akan tetapi untuk tampil sebagai pemimpin ada hambatan yang tidak terlihat dan kenyataannya merintangi akses dalam menuju kepemimpinan puncak antara lain Isu Gender.
Salah satu perempuan yang berhasil membuktikan bahwasanya perempuan pun juga dapat menjadi sosok pemimpin adalah Megawati Soekarno Putri yang pernah menjadi Presiden pertama wanita di Negara Indonesia. Meski memerintah seumur jagung,kepemimpinan Megawati Soekarno Putri mengarahkan kita untuk meletakkan dasar pemerintahan ke arah kehidupan demokrasi. Megawati dikenal sebagai pemimpin yang karismatik, ia dianggap sebagai salah satu perempuan yang bermental baja.

Sekarang, banyak sekali contoh kaum wanita yang telah berhasil menjadi pemimpin sebuah wilayah mulai dari kepala desa, camat, bupati, walikota dan sebagainya. Seperti Ibu Sri Mulyani sebagai menteri, ibu Khofifah Indar Parawansa sebagai menteri, Ibu Risma sebagai walikota Surabaya. Menurut catatan sejarah, kepemimpinan di negara-negara lain pun banyak memberikan bukti keberhasilan seorang perempuan. Hadirnya sosok perempuan ke kancah dimensi publik baik itu orang nomor satu di Indonesia dan di masing-masing daerah membawa kecenderungan baru dalam konteks kekinian. Sangat banyak wanita Indonesia yang sangat berpotensi untuk menyumbangkan kemampuannya dalam memimpin di negeri tercinta ini. Mendeskripsikan tentang kepribadian pemimpin, perempuan itu sebagai sosok yang lebih demokratis, perhatian, artistik, bersikap baik, cermat, dan teliti, berperasaan dan sangat berhati-hati. Selain itu perempuan cenderung menjadi dan mempresepsi dirinya sebagai sosok pekerja tim, lengkap dan sempurna.
Terwujudnya peran wanita dalam berkesempatan memegang kepemimpinan membawa dampak yang mengarah lebih baik bahwa permasalahan akan kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu, arti seorang perempuan dalam kempemimpinan sangat dibutuhkan, terutama dalam segi kreasi untuk mengembangkan dalam mewujudkan tujuan.
Bagi seluruh wanita yang ada di sini, saat ini mari kita akui bahwa kita sangatlah beruntung, kita tidak tinggal dimasa Ibu ataupun Nenek kita, dimana pilihan karir perempuan masih terbatas. Semakin banyak para perempuan menolong satu sama lain, maka semakin banyak kita membantu diri kita sendiri. Para perempuan perlu mengubah pikiran dari “ aku tidak siap” menjadi “ aku ingin mecoba”
Secara fisik memang laki-laki yang memiliki kekuatan yang hebat,namun dalam konteks Negara dan kepemimpinan bukan persoalan fisik saja melainkan persoalan perduli,kecerdasan,serta tanggungjawab dan mampu menyelesaikan permasalahan secara kompleks dalam masyarakat.untuk hal ini perempuan juga dapat setara dengan laki-laki terkadang perempuan lebih perduli bahkan lebih cerdas dari laki-laki.namun untuk tanggungjawab bukan tidak ada perempuan yang tanggungjawab.sebagian perempuan juga dapat bersikap tanggungjawab atas apa yang dipikulnya. Diindonesia sudah banyak para pemimpin-pemimpin perempuan yang terbukti dapat setara bahkan lebih baik daripada pemimpin laki-laki.hal ini bukan soal gender namun ini adalah soal kemauan untuk lebih baik lagi dari pada sebelumnya.artinya perempuan juga memiliki kekuatan untuk menggebrak dan menduduki kursi-kursi kepemimpinan.
Sebenarnya perempuan berhak mendapatkan posisi yang sejajar dengan laki-laki namun tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan. Perempuan bukan bahan pelampiasan nafsu,perempuan bukan untuk dianiaya, Sebenarnya perempuan dapat menjadi apa yang ia inginkan.Mari ciptakan kesetaraan gender dan selalu berpikir positif.

 

Catatan : Penulis adalah mahasiswi STIE  Pembangunan Tanjungpinang, jurusan manajemen semester V.

Ditulis Oleh Pada Ming 27 Okt 2019. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek