; charset=UTF-8" /> MENYINGKAP KECEMERLANGAN KONSEP PEMIKIRAN KOMJEN POL. DRS. DHARMA PONGREKUN,M.M.,M.H. DALAM BUKUNYA “INDONESIA DALAM REKAYASA KEHIDUPAN” (PART 2) - | ';

| | 491 kali dibaca

MENYINGKAP KECEMERLANGAN KONSEP PEMIKIRAN KOMJEN POL. DRS. DHARMA PONGREKUN,M.M.,M.H. DALAM BUKUNYA “INDONESIA DALAM REKAYASA KEHIDUPAN” (PART 2)


OLEH : H. IWAN KURNIAWAN,S.H.,M.H.,M.Si.
(Advokat Peradi – Penulis)

GLOBALISASI DAN REKAYASA KEHIDUPAN
Terhitung dari 18 November 2021 sampai saat ini, lebih kurang berjalan 3 bulan 4 hari, tulisan Part 1 dengan judul di
atas, baru dapat dilanjutkan kembali penulisannya. Penulis juga tidak mengerti mengapa keinginan menulis opini itu
seketika terhenti tanpa dipahami sebab musababnya.
Disisi lain, hamba-Mu berkeyakinan, segala sesuatu yang dikerjakan merupakan kehendak Allah SWT / Tuhan Yang
Maha Esa. Sebagai manusia yang tak luput dari kelemahan dan kefakiran, di-insafi momentum dan timing yang baik
dan tepat untuk mengungkap kecemerlangan visionir sang Jendral dalam rentang waktu di atas, kiranya belumlah
tiba, sehingga the strong emotional atau good mood untuk memulai tulisan kala itu lenyap seketika dalam alam
sadarnya.
Saat ini, setelah penulis menerima berbagai inspirasi dari sikon global dan nasional terkini, a.l, berpijak dari
persoalan pandemik Covid-19 yang belum sirna, ditambah munculnya varian Omicron, kemudian dibelahan benua
Eropa terjadi pula agresi militer Rusia yang meng-aneksasi Ukraina sehingga meresahkan dunia, melibatkan NATO
dan PBB, yang mungkin ber-potensi terjadinya perang dunia ke-3, jika agresi militer tersebut tidak dapat
didamaikan.
Sementara di Indonesia, pengaruh globalisasi telah pula melahirkan berbagai peristiwa yang berpunca dari berita
HOAKS via medkom – medsos yang akhirnya bermuara pada pelanggaran UU IT (Informasi Teknologi), contohnya ;
kasus Ustad Bahar bin Smith, kasus Ferdinan Hutahaean, kasus Edy Mulyadi, dan sebagainya. Berbagai persoalan
hukum seperti korupsi, manipulasi, dan gratifikasi yang melibatkan para pejabat Negara dari semua level, dan
berbagaimacam kasus kesusilaan dan pornografi terus terjadi bahkan cendrung meningkat tanpa terkendali.
Tak kalah menarik, baru-baru ini muncul pula trending topic terkait sambutan Presiden Jokowi dihadapan Rapat
Pimpinan TNI-Polri Thn. 2022 a.l. saran dan nasihat Presiden tentang isu Group WA personil dan pilihan
penceramah dilingkungan TNI-Polri, yang mengarah pada isu “Disiplin Nasional”. Intinya sebagai pemimpin Negara
dan Pemerintahan, Presiden mengingatkan kepada semua bahwa pentingnya semangat kedisiplinan Nasional di era
globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa terkecuali, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD
1945, dan Hukum Positif yang berlaku di Negara ini.
Berbagai contoh kasus dan peristiwa di atas, menjadi bukti kuat bahwa pengaruh globalisasi yang tidak tersaring
baik dan/atau salah dalam pemaknaannya akan berpotensi menimbulkan konflik, kegaduhan publik, sehingga berimplikasi munculnya akibat hukum yang menimbulkan kerugian bagi si-pelaku atau setidak-tidaknya melahirkan
berbagai informasi sampah dan menyesatkan (Hoaks) di tengah masyarakat.
Dalam kasus-kasus tertentu dapat pula memantik timbulnya peperangan dan/atau konflik bersenjata, walau dalam
agenda dan demensi yang berbeda, a.l., yaitu faktor politis, faktor kekuasaan dan pengaruh, faktor ekonomis, dan
lain-lain. Namun kesemua faktor tersebut berangkat dari suatu dasar pemikiran yang sama yaitu bagaimana
mengatasi dan memenangi pengaruh globalisasi dunia yang tanpa batas ini.
Dalam mengatasi dan memenangi pengaruh globalisasi itu, agenda rekayasa kehidupan diciptakan dan dijalankan
oleh berbagai pihak berkepentingan, melalui rekayasa TIK, yang saat ini berada pada era 4.0 (Cyber physical
system/CPS) menuju 5.0. (revolusi digital/society digital/SD). Menghadapi era milineal 5.0 (society digital) atau
revolusi digital, idealnya kewaspadaan dan kedisiplinan nasional perlu ditingkatkan dengan model terbaru dan
terkini. Rekayasa model kewaspadaan dan kedisiplinan nasional dalam wajahnya yang baru, dapat diciptakan
melalui pembangunan Industri Teknologi Nasional, sebagaimana dikemukakan Komjen Pol.Drs. Dharma
Pongrekun.M.M.,M.H., dalam bukunya tersebut.
Berbagai persoalan di tengah publik sebagaimana dikemukakan di atas, berpunca dari penggunaan TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi) di era globalisasi, menjadi perhatian serius sang Jendral Polisi, selanjutnya melahirkan
inspirasi bagi beliau menyusun sebuah buku antara lain memuat materi tentang Globalisasi dan pengaruhnya di
Indonesia (Hal : 23 s/d 75) dan Proses Rekayasa Kehidupan (Hal : 76 s/d 125).
Kemudian, dalam tulisan singkat dan sangat terbatas ini, penulis hanya mampu mengemukakan poin-poin penting
antara lain sebagai berikut :
1. Terdapat Dewa-dewa penguasa globalisasi seperti :
 Dewa Mammon (Mendewakan materi (materialistis) sebagai tujuan utama hidup manusia).
 Dewa Mars (Mendewakan kekerasan “peperangan” dan keperkasaan (kekuatan), yang melahirkan
radikalisme dan terorisme sebagai pilihan dan jalan hidup).
 Dewa Eros (Mendewakan cinta dan nafsu seksual, yang mengarah pada sifat permisif terhadap
perbuatan a-susila, a-moral, dan pornografi).
Hemat penulis, kecemerlangan analisa sang Jendral di atas, saat ini dengan mudah dapat kita saksikan, dengan
berbagai persoalan yang timbul baik berskala dunia maupun nasional, sebagaimana telah disinggung di atas
terkait berbagai peristiwa yang mencerminkan pendewaan terhadap Mammon, Mars, dan Eros.
2. Hubungan Globalisasi dengan Revolusi Industri
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan bagian terpenting dalam revolusi industri yang saat ini
telah sampai pada generasi 4.0 yang mana revolusi tersebut melahirkan suatu zaman yang dikenal dengan era
globalisasi. Teknologi baru tersebut mengintegrasikan dunia fisik, digital, dan biologis sehingga mempengaruhi
semua disiplin ilmu, ekonomi, industri, dan pemerintah. Bidang-bidang yang mengalami terobosan teknologi
digital diantaranya : robot kecerdasan buatan, teknologi nano, bioteknologi, teknologi komputer quantum,
blockchain (bitcoin), printer tiga demensi, dan semua teknologi berbasis internet (Hal : 32).

3. TIK sebagai Sarana Global
TIK adalah sarana globalisasi untuk mengontrol atau mengendalikan seluruh manusia dengan cara
memanipulasi pola pikir manusia yang pada akhirnya merubah pola kehidupan manusia (Hal : 35).
4. Pengaruh Globalisasi Bagi Indonesia
Arus globalisasi telah membawa bangsa kita ke dalam system dunia yang lebih besar dan tidak terbatas, di
bidang ekonomi, dibidang budaya, dibidang sosial, dan dibidang pendidikan.
5. Dampak Negatif Globalisasi Yang Dirasakan.
 Informasi tidak tersaring;
 Sikap individualis dan apatis.
 Kesenjangan sosial yang melebar.
 Menyukai budaya asing.
 Tidak mencintai produk lokal.
 Pola hidup konsumtif.
 Persaingan hidup sangat keras.
 Meningkatnya pengangguran.
 Masyarakat kita menjadi galau.
 Persatuan Nasional terancam.
6. Perubahan Pola Kehidupan Generasi Muda Indonesia
Pada hal. 56 s/d 61, buku tersebut mengungkapkan tentang terjadinya perubahan pola kehidupan generasi muda
Indonesia, dengan poin-poin sebagai berikut :
a. Fokus pada urusan dunia dan melupakan Tuhan.
b. Rasa kemanusiaan yang rendah.
c. Mengabaikan rasa saling menghormati.
d. Pergeseran makna kasih sayang.
e. Perubahan karakter.
f. Kesopanan
7. Nilai-Nilai Pancasila
Memperhatikan dinamika dan fakta yang terjadi saat ini, nilai-nilai Pancasila terancam terkikis disebabkan pengaruh
globalisasi yang tak terkendali dan tersaring dengan baik, akibat adanya rekayasa kehidupan di era globalisasi. Oleh
karenanya, agenda menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia,
menurut hemat penulis perlu dipertimbangkan lagi dalam model terbaru dan terkini disesuaikan sikon (situasi dan
kondisi) bangsa di era globalisasi, bila perlu dijadikan kurikulum pada mata pelajaran dan mata kuliah khusus
“Pancasila”, mulai dari tingkat dasar sampai ke tingkat universitas Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Isi yang terkandung di dalamnya
mengadopsi nilai-nilai kehidupan asli masyarakat Indonesia dengan keberagamannya yang dipersatukan dalam
suatu dasar atau ideologi Negara. Pancasila bisa dikatakan pandangan hidup bangsa sekaligus dasar rumusan
hukum Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila pada era modern ini harusnya mampu memotivasi Warga Negara
Indonesia untuk berprilaku baik……Namun saat ini, saya melihat ada perubahan yang terjadi dikarenakan proses
rekayasa kehidupan manusia. (Hal : 61).
Berikut perubahan masyarakat Indonesia terhadap sila-sila Pancasila :
Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
“…..Berdasarkan apa yang terlihat dikeseharian, manusia mengandalkan teknologi, mengikuti perkembangan tren,
lupa beribadah, dan sibuk memenuhi nafsu duniawi. ….. Sebagian besar rakyat Indonesia mengakui adanya Tuhan,
namun tidak menunjukkan sikap yang menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Tuhanan yang telah diajarkan…..”.(Hal : 62).
Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
“…Nilai kemanusiaan dalam Pancasila membawa angin segar bagi warganya karena makna yang terkandung
menghadirkan kesetaraan, yakni derajat, hak, dan kewajiban antara sesama manusia. Namun, realitanya pada era
modern ini, nilai-nilai luhur tersebut hanya sebatas ungkapan tertulis di atas kertas, tidak bermakna bagi sebagian
besar warga;….”. (Hal : 63).
Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
“…..Setiap Negara menginginkan persatuan warganya, karena persatuan adalah kekuatan dasar dalam Negara itu
sendiri. …..Namun yang sering kali kita lihat di era modern ini adalah perpecahan dan permusuhan . Lewat media
sosial, masyarakat dipecah oleh informasi – informasi yang menyesatkan…..”.(Hal : 64).
Sila Keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
“Nilai kerakyatan hampir dipastikan hadir dalam pemerintahan suatu Negara. Indonesia menjadikan nilai ini sebagai
dasar Negara, di mana ketika dihadapkan dengan permasalahan apapun; maka keputusan yang diambil harus selalu
mengutamakan kepentingan rakyat dan Negara; bukan kepentingan pribadi. Semua itu harus melalui musyawarah
bersama guna mencapai mufakat, yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Namun yang terjadi di era modern saat
ini, setiap permasalahan tidak lagi didiskusikan untuk dicari solusinya; melainkan dengan membangun persepsi dan
menggiring opini, agar apa yang dia inginkan dapat diterima oleh masyarakat banyak…..”. (Hal : 65).
Sila Kelima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
“Nilai keadilan yang tertuang dalam Pancasila mengandung makna dan tujuan sangat bijaksana, yaitu menciptakan
masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera; baik secara lahiriah maupun batiniah. Namun diera
modern ini, begitu banyak kita temukan ketidak adilan; di mana hanya masyarakat yang menguasai teknologi
informasi dan komunikasi yang dapat bertahan, sehingga muncul isu pengangguran dan kemiskinan……”. (Hal :
66).

8. Agenda Tersembunyi Globalisasi
Awal mulanya globalisasi ditujukan untuk kepentingan perdagangan bebas. Namun bersamaan dengan itu,
globalisasi juga membawa agenda terselubung, yaitu untuk mengontrol sepenuhnya manusia di dunia. Guna
menjalankan agenda tersebut berbagai cara dilakukan untuk mengubah aspek di kehidupan manusia. Mulai dari
yang mendasar, yaitu pola pikir (mindset) sampai kepada pola kehidupan. (Hal : 67). Globalisasi dapat dipetakan
berdasarkan program, strategi, misi dan visinya (sebagai tujuan akhir).
Program : Money, Power, Control Population (MPC).
Strategi : Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM).
Misi : Menyatukan Sistem Dunia.
Visi : Rekayasa Kehidupan (Life Engineering).
9. Rekayasa Kehidupan
Pembahasan terkait Rekayasa kehidupan terdapat dalam (Hal : 78 s/d 99), yang dapat penulis kemukakan poin demi
poin tanpa melakukan pengulasan. Dikatakan bahwa Globalisasi yang memberikan kemajuan di bidang TIK
sebenarnya telah melakukan rekayasa atas kehidupan. Bukan hanya kehidupan individual dan sosial yang
direkayasa, tetapi seluruh demensi kehidupan. Tatanan dunia baru ini tidak hanya mengubah “hardware” kehidupan,
tetapi juga “software” kualitas hidup manusia, yang terdiri dari :
o Rekayasa Ketakutan (Fear Engineering)
o Rekayasa Konflik (Conflict Engineering)
o Rekayasa Serangan (Attack Engineering)
o Rekayasa Kecerdasan (Intellegence Engineering)
10. Berbagai Fenomena Rekayasa Kehidupan
 Rekayasa virtual
 Rekayasa kebutuhan TIK
 Rekayasa Ketakutan
 Rekayasa Hubungan Sosial
 Rekayasa Informasi
 Rekayasa Agama
 Rekayasa Politik
Demikian Part 2 ini diinformasikan pada sidang pembaca budiman, pada pembahasan selanjutnya Penulis akan
mengangkat kajian tentang pemikiran sang Jendral terkait Industri Teknologi Nasional dan Catatan Kecil Penulis :
“Kecemerlangan Pemikiran Sang Jendral Terkait Sikon Global dan Nasional Terkini”.

Kijanglama-TPI, 05-03-2022, selamat membaca dan “Salam Cemerlang”

Ditulis Oleh Pada Sab 05 Mar 2022. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

1 Comment for “MENYINGKAP KECEMERLANGAN KONSEP PEMIKIRAN KOMJEN POL. DRS. DHARMA PONGREKUN,M.M.,M.H. DALAM BUKUNYA “INDONESIA DALAM REKAYASA KEHIDUPAN” (PART 2)”

  1. Mantap 👍
    Tylisan Yang cemerlang. Semoga sukses selalu

Komentar Anda

Radar Kepri Indek