' '
| | 1.761 kali dibaca

Mega Proyek Waterfront City, Modal Tengku Untuk Pilbup 2015

plank nama

Inilah papan nama mega proyek waterfront city yang dimenangkan oleh PT Adhi Karya di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Tanjungpinang,Radar Kepri-Dimenangkannya PT Adhi Karya dalam proyek pembangunan waterfront city di Kota Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) disinyalir untuk modal bagi Bupati Anambas, Drs Tengku Muhtarudin untuk mencalonkan diri menjadi Bupati pada periode ke dua, tahun 2015-2020 nanti.

Hal ini diungkapkan Anton, seorang warga Terempa, ketika dijumpai Radar Kepri di Bintan Center, Tanjungpinang, Minggu (05/01).”Setelah gagal menjadi calon gubernur di Riau, saat ini tersiar kabar Drs Teungku Muhtarudin akan kembali mencalonkan diri menjadi Bupati untuk periode kedua.”sebut Anton.

Menurut Anton, mega proyek waterfront city senilai Rp 64 sarat dengan kejanggalan. Diantaranya, perusahaan yang memenangkan tender itu sedang bermasalah dengan hukum.”PT Adhi Karya sejak setahun lalu hingga hari ini masih berjalan proses hukumnya di KPK. Terkait dugaan korupsi dalam proyek pengadaan pusat pendidikan, pelatihan dan sekolah olah raga nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.”jelas Anton.

Yang menjadi pertanyaan, kata Anton.”Apa alasan dan pertimbangan Pemkab Anambas melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Anambas memenangkan perusahaan yang sedang terlilit kasus korupsi ini ?.”herannya.

Pihaknya juga mempertanyakan ijin analisa dampak lingkungan (amdal) terhadap proyek yang dikerjakan menjadi dua tahun (multi year) itu.”Setahu saya, belum ada Amdal-nya proyek itu.”tukasnya.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di sekitar lokasi waterfront city itu, pada tahun 2013 Pemkab Anambas mengalokasikan anggaran Rp 21 570 478 000 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 7 bulan (198 hari kalender kerja). Dan jangka waktu pemeliharaan selama 6 bulan (180 hari kalender kerja.”Tapi, per-31 Desember 2013 lalu. Proyek itu baru rampung 40 persen saja dari estimasi pekerjaan tahap 1.”sebut Anton.

Mega proyek dengan nomor kontrak 01.LU/SP-KHS/Pemb-WFC/DPU-CK/APBD/W/2013 tertanggal 12 Juni 2013. Namun, menurut Anton.”Proyek itu bukan atas usulan warga dan dewan, namun tiba-tiba muncul dan belum diperlukan rakyat Terempa saat ini.”ujarnya.

Pihaknya berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secepatnya turun ke Anambas sehingga kerugian Negara akibat proyek “mubazir” ini dapat di cegah.”Tapi, apakah KPK dibawah pimpinan Abraham Samad berani mengusut skandal korupsi di Anambas ?. Kita tunggu saja gebrakan KPK di Kepri dan Anambas ini.”tutup Anton.

Hingga berita ini dimuat, Radar Kepri belum berhasil menjumpai pihak PT Adhi Karya dan Bupati Anambas, Drs Tengku Muhtarudin guna konfirmasi dan klarifikasi.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Ming 05 Jan 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek