Aset Rp 3,56 Miliar Tak Jelas Keberadaanya di Lingga

Kantor Bupati Lingga.

Lingga, Radar Kepri – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya aset tetap Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri yang tidak ditemukan keberadaannya belum dapat diyakini dalam pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Nilai aset yang menjadi perhatian BPK tersebut mencapai Rp3.569.845.149. Nilai tersebut merupakan akumulasi aset pada sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga.

Temuan tersebut tidak hanya terjadi pada satu organisasi perangkat daerah (OPD). Aset yang keberadaannya belum dapat diyakini tersebar di enam perangkat daerah.

Di antaranya Sekretariat DPRD, Dinas Perhubungan, DPUTR, Satpol PP, Kecamatan Lingga, dan Puskesmas Daik.

Temuan mengenai aset tersebut menjadi bagian dari hasil pemeriksaan BPK terhadap pengelolaan keuangan dan aset Pemerintah Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2025.

BPK pada prinsipnya meminta pemerintah daerah melakukan penelusuran dan penertiban terhadap aset-aset tersebut, sehingga keberadaan, penguasaan serta status pencatatannya dapat dipastikan dan dipertanggungjawabkan.

Nilai miliaran rupiah tersebut menjadi perhatian karena aset pemerintah daerah merupakan barang milik daerah yang harus dikelola, dicatat dan diamankan sesuai ketentuan.

Dengan adanya temuan tersebut, Pemkab Lingga perlu memastikan setiap aset yang tercatat dalam neraca benar-benar dapat dibuktikan keberadaannya serta memiliki status penguasaan dan administrasi yang jelas.

Pada tahun 2023 lalu BPK juga tidak menemukan aset senilai Rp 10 milyar lebih. Hingga tahun 2026 belum ada laporan resmi satupun aset yang ditemukan.

Sehingga publik menduga bahwa aset tersebut berpindah tangan atau dijual ke pihak lain.

Ironinya, hampir setiap tahun BPK tidak menemukan aset di pemkab lingga. Namun hingga tahun 2026 tidak ada perubahan.

“Seharusnya pihak Aparat Penegak hukum (APH) sudah saatnya bangun dari tidur dan mengusut hingga tuntas, kemana raibnya aset daerah tersebut,”kata warga lingga yang meminta indentitasnya dirahasiakan kepada radar Kepri com melalui sambungan telpon Jum’at (02/10/2026). (Aliasar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *