| | 798 kali dibaca

Ada Oknum Caleg Boncengi Kegiatan Dinsos

Edi Rofiano.

Edi Rofiano.

Batam, Radar Kepri-Pemilihan umum calon legislatif (caleg) 2014 tinggal menghitung bulan saja. Berbagai cara di lakukan oleh caleg untuk mendulang suara ataupun mempertahankan kursi “empuk” di gedung wakil rakyat yang terhomat tersebut. Terutama calon wakil rakyat dari incumben.

Sebagaimana disebutkan nara sumber, ada oknum caleg dari partai PD berinisial SM, sekarang duduk sebagai anggota DPRD Kepri. Berupaya meraih hati pemilih dengan cara memberikan bantuan melalui dana program bantuan sosial yang dianggarkan oleh APBD Kepri tahun 2013. Dana bansos dengan dalih pengembangan sarana dan pasarana bagi usaha kecil dan mikro dengan besar anggaran untuk penerima bantuan sebesar Rp 2 juta.

Berdasarkan data yang dimiliki awak media ini, lebih kurang penerima bantuan sebanyak 300  orang dengan jumlah dana Rp 600 jutaan. Namun hal ini dinilai  kalangan masyarakat Batam, sarat dengan kepentingan politik  pemilu 2014 nanti.”Kenapa mesti anggota dewan yang ikut turut memboncengi penyaluran dana tersebut ?. Kenapa tidak perangkat Dianas yang bersangkutan saja yang turun lansung kesejumlah pedagang-pegang dicantumkan sebagai penerima.”sebut sumber.

Hasil investigasi awak media ini di kelurahan Teluk Tering, kecamatan Batam kota, kota Batam. Tanggal 2 Januari 2014 lalu, seorang RT di Setangkai mengatakan.”Memang ada anggota dewan provinsi Kepri berinisial SM  yang menawarkan bantuan tersebut bersama salah  soorang dinas dari pemerintahan Kepri. Namun saya kurang pahan dinasnya, dinas apa ?. Saya langsung hubungi warga kami yang buka usaha hingga terkumpul sebanyak 20 pedagang kecil, yang di akomodir sebanyak 10 pedagang.”ujarnya.

Namun, dana ini sampai saat ini belum turun sama sekali.”Hanya ada satu orang yang baru menerima yang memiliki rekening Bank BNI. Bagi yang memiliki bank BRI belum, kami satu kolompok dengan pedagang Mess Crown Hill Rt 01/11 kelurahan Teluk Tering.”akunya.

Hal yang sama juga diungkapan oleh masyarakat Tanjung Uma, kelurahan Tanjungan Uma kecamatan Lubuk Baja pada tanggal 30-12 -2013 lalu, mengatakan.”Memang ada yang mengaku dari  dinas Perdagangan Provinsi pada RT untuk meminta nama-nama pedagang yang akan diberikan bantuan tersebut.Namun sampai saat ini, dana tersebut belum turun sebut.”sebut Firman.

Firman mencurigai kalau data-data yang sudah dirilis sebagai penerima oleh Pemprov Kepri tersebut ada yang fiktif. Ada nama yang seharusnya tidak layak mendapatkan dana tersebut, namum namanya ditulis sebagai penerima.”Saya yang tulis nama, namun itu tidak punya usaha.’ingatnya.

Semenjak hal ini diketahui oleh para aktifis LSM dan awak media ini, pada hari ini, media ini berulang kali di hubungi oleh narasumber kalau dana tersebut sudah mulai dicairkan. Anehnya kata sumber.”Kok anggaran APBD tahun  2013, baru dicairkan tahun 2014. Ini termasuk aneh juga, seharusnya dana Anggaran APBD 2013  tersebut tidak bisa lagi dicairkan. karena sudah masuk anggaran APBD tahun 2014.”jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Edi Refiano di konfirmasi awak media ini melalui SMS handphone terkait hal diatas menjawab.”Di dinsos Kepri tidak ada kegiatan pembangunan sarana untuk usaha mikro dan kecil. Dan nama-nama anggota dewan yang disebut sebagai penerima komisi 2. Bukan mitra kerja kami. Mitra kerja kami komisi IV.”tulis SMSnya.

Ia  menbahkan melalui SMS, semua bantuan untuk masyarakat dari pemerintah (SKPD) itu  namanya Bantuan sosial (Bansos). Tapi, bukan berati itu kegiatan Dinas sosial.”Hampir setiap hari saya pertanyaan seperti ini. Tapi saya maklum karena ada kata-kata sosialnya.”jawab Edi Refiani.trims ya.”tulis Edi Rofiano. Semantara itu SM, yang disebut beperan penting dalam  hal ini untuk kepentingan politiknya  tahun 2014 yang sudah diambang mata ini, belum berhasil dijumpai awak media ini. (taherman)

Ditulis Oleh Pada Ming 05 Jan 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek