| | 108 kali dibaca

Ketika Oknum DPR Ingkar Janji

Oleh : Dwi Heliyanti

Istilah penyambung lidah rakyat ini sangat lekat dengan Presiden RI Soerkarno, karna mampu menampung berbagai aspirasi dan keinginan masyarakat yang sebenarnya. Tapi kita lihat hari ini, sebagai perwakilan masyarakat di pemerintahan yaitu DPR baik dari DPR Kota, DPR Provinsi dan DPR RI. Kini lembaga itu tak lagi bisa menampung aspirasi masyarakat, tak lagi menjadi pelindung masyarakat, tak lagi menjadi lembaga yang mampu dipercaya hampir sebagian masyarakat. Mengapa demikian?. Pertanyaan itu jelas perlu dipertanyakan, namun siapa yag mampu menjawab dengan benar dan tepat, mungkin hanya segelintir anggota yang mampu menjawab nya dari sekian banyaknya anggota. Atau mungkin tak ada yang bisa menjawab. Saat ini maraknya anggota DPR yang melakukan korupsi, banyaknya anggota DPR yang kurang menjalankan tugasnya dengan baik, dan tak lagi bisa menjadi penampung aspirasi masyarakat.
Baru-baru ini terlebih dengan revisi tentang UU KPK serta RKUHP yang muncul diakhir periode DPR tahun 2014-2019. Yang didalam revisi tersebut terdapat pasal yang melemahkan KPK serta tidak lagi menjadi pelindung masyarakat malah menjadi boomerang untuk masyarakat. Sudah banyak kali kritik yang terlontar untuk para anggota DPR, dan sudah jengahnya masyarakat karna banyaknya oknum di kursi DPR yang tak lagi memberikan kontribusinya. Mau jadi apa Negara ini, ketika semakin banyaknya anggota DPR yang semakin kaya dan rakyat malah semakin melarat. Rakyat dijadikan tumbal untuk kekuasaannya.
Ingatkah dulu waktu masa kampanye, banyak sekali janji yang diucapkan, janji yang terlontar dari bibir para calon-calon legislatif ini begitu manis, begitu membuai masyarakat untuk memilihnya, tapi kini apa yang di berikan DPR untuk rakyatnya, kebahagiaan dan kemakmuran atau kesengsaraan dan kemalangan?. Disaat kami telah tau banyak sekali kalian memanipulasi opini rakyat, mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan pribadimu, masih pantaskah kami menaruh rasa percaya atas kalian yang berada dikursi saat ini?
Diakhir periodenya DPR RI tahun 2014-2019 malah membuat gejolak terjadi di berbagai sudut Indonesia, seolah semakin memeberikan jarak antara masyarakat dengan pemerintah. Banyaknya asumsi yang meluas sehingga membuat berbagai opini pada pemerintahan, munculnya isu-isu yang membuat kepercayaan rakyat semakin hilang pada pemerintahan terlebih kepada DPR yang katanya Dewan Perwakilan Rakyat, tapi pada kenyataannya sama sekali tak berphak pada rakyat. Apaboleh kami rakyat kecil ini menyebut DPR sebagai pengkianat?. Karna mereka hanya memikirkan kepentingannya sendiri, memikirkan kepentingan politiknya, tak lagi memikirkan rakyat. Terlebih ketika mereka sudah mendapatkan kursinya malah seakan lupa dengan janji-janjinya yang dulu diberikan begitu manis. Tak apa lupakan itu sudah berlalu. Terimakasih kepada DPR RI tahun 2014-2019 yang telah mengabdi untuk Indonesia meskipun kami rakyat tak merasakan apa yang telah diberikan oleh DPR RI pada masa 2014-2019. Benar memang ketika DPR tertidur lebih baik jangan dibangunkan karna ketika bangun malah membuat keadaan semakin rumit. Terlebih karna keadaan DPR sedang tidak baik membuat kami masyarakat kecil semakin resah.
Kini kepada anggota DPR RI yang baru, kami sebagai rakyat kecil berharap agar kalian para pejabat yang mendapatkan kursi empuk di DPR dan mendapatkan gaji yang merupakan kumpulan uang dari kami, kami harap dapat megemban tugas dengan amanah, jangan lagi ikuti trend rekor DPR sebelumnya, jangan lagi mencuri uang rakyat, jangan lagi membuat rakyat resah akan tingkah mu lima tahun kedepan. Selesaikan tuga yang ditinggalkan oleh anggota DPRyang terdahulu, mesksipun kini itu menjadi beban berat diawal perjalanan periode mu, kami yakin masih ada orang yang perduli untuk mendengarkan suara rakyat untuk benar-benar berpihak pada rakyat. Jangan lupa untuk para Bapak/Ibu yang terhormat sekalian juga untuk menjaga etika.
Kini dari hati dan lidahmu kami semua rakyat berharap, jangan lagi diam dan mengabaikan aspirasi serta keluh kesah rakyat. Duduklah dan berdiskusi jika hal menyangkut rakyat, jangan lagi berbuat seenaknya, jangan lagi bersikap egois dan mementingkan diri kalian sendiri. Ingatlah hanya karna segelintir oknum yang berada di tempat yang sama maka seluruh anggota DPR tak lagi mendapat kepercayaan rakyat. sungguh ironisnya saat ini orang yang begitu kami percaya mengkhianati kami dengan begitu kejamnya, jangan sampai kejadian yang lampau tidak akan terulang laga, jangan sampai apa yang kalian rumus dan rencanakan menjadi boomerang bagi kalian, ingatlah kalian dipilih oleh rakyat, jangan hanya cuma janji manis saat kampanye yang mampu kalian lakukan tetapi ketika sudah mendapatkan kursi empuk nan nyaman itu kalian tak melakukan apa yang seharusanya dilakukan untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan Negara. Bukan hanya jabatan yang penting, tetapi nasib rakyat yang berada ditangan tangan para pejabat yang menjadi paling penting, sebab jika para legislatif seperti DPR saja tak bisa memberikan rasa nyaman untuk melindungi rakyat maka akan bagaimana lagi hidup rakyat kedepannya? Kesenjangan akan semakin menjadi (yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin melarat).
Pesan terpenting “jika kalian para anggota DPR tak lagi mampu menjadi penyambung lidah rakyat disaat kepercayaan rakyat sudah pudar untuk apalagi kalian duduk dikursi yang empuk dan nyaman itu? Jika memang kalian benar tak mampu, mundurlah secara terhormat jangan sampai membuat rakyat semakin murka hingga menimbulkan kerusuhaan.”

 

Penulis : Mahasiswi STIE Pembangunan Tanjungpinang semester 5.

Ditulis Oleh Pada Ming 13 Okt 2019. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek