; charset=UTF-8" /> Kepemimpinan di Indonesia - | ';

| | 6,184 kali dibaca

Kepemimpinan di Indonesia

Oleh : Rahayu Desmerita.

Kepemimpinan merupakan suatu instrumen yang sangat penting didalam segala aspek kehidupan berbangsa dalam menentukan arah dan kemajuan suatu bangsa sebagaimana yang diamanatkan konstitusi di suatu negara. Pencapaian tujuan suatu negara akan sangat ditentukan gaya dan kualitas pribadi pemimpinnya. Seorang pemimpin akan diharapkan selalu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi negaranya.

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada para pengikutnya dalam upaya mencapai suatu tujuan organisasi.
Cara alamiah mempelajari kepemimpinanadalah “melakukanya dalam kerjaan”

Ciri-ciri Seorang Pemimpin ialah orang yang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai suatu sifat dan ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi,dan intensitas.

Indonesia sebagai salah satu negara yang menerapkan sistem pemerintahan demokrasi yang sesuai dengan norma Pancasila, dalam hal ini pemerintah Indonesia seharusnya benar-benar mampu manjalankan roda pemerintahan dengan sifat-sifat pemimpin yang sesuai dengan sistem pemerintahannya.

Sistem pemerintahan demokrasi merupakan sistem pemerintahan dimana rakyatlah yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara, pemerintahan hanya sebagai pelaksana sistem pemerintahan dimana terpilihnya pemimpin di pemerintahan merupakan hasil dari rakyat melalui pesta demokrasi yang sering disebut Pemilu (Pemilihan Umum), yang nantinya akan memimpin negara Indonesia. Pemerintahnya yang berasal dari rakyat nantinya akan menjadi pelayan rakyat, dan wajib untuk bertanggung jawab atas berjalan dengan baik atau tidaknya roda pemerintahannya.

Gaya seorang pemimpin sangat berkaitan erat dengan kualitas interaksi dinamis antara seorang pemimpin dan masyarakat tersebut. Seorang pemimpin bisa saja menjadi seorang otoriter. Sebaliknya, ia juga bisa saja menjadi seorang pemimpin yang demokratis. Hal ini tergantung dengan bagaimana cara seorang pemimpin itu memaknai nilai kepemimpinan di tengah-tengah kekuasaan, kewibawaan, dan konsistensinya.

Seorang pemimpin harus dapat menerapkan nilai yang diyakini itu di dalam kepemimpinannya. Sebagai contoh, penerapan nilai kepemimpinan yang ketika seorang pemimpin takut kepada Tuhan akan berupaya melayani masyarakatnya dengan tulus dan iklas sehingga masyarakat akan selalu mempercayai dan mematuhi segala perintah pemimpin itu tanpa syarat apapun.

Pemimpin yang bisa melayani dengan baik dapat menginspirasi masyarakatnya berpartisipasi aktif dalam segala hal kegiatan yang mengarah kepada pencapaian tujuan bersama. Seorang pemimpin yang ideal juga harus memiliki etika dan moral yang baik dan bijaksana untuk digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan sebuah amanah kekuasaan yang diembannya.

Semua hal ini sangat berguna bagi seorang pemimpin didalam mengelola dan menyelesaikan segala persoalan yang sedang dihadapi. Semua permasalahan yang muncul di masa inisemakin pelik karena dipicu oleh percepatan revolusi teknologi informasi generasi kelima. Dampak perubahan teknologi informasi itu sangat dahsyat karena telah banyak yanh mengubah tatanan bermasyarakat dan bernegara yang telah mapan sebelumnya.

Pemimpin zaman turbulensi sekarang ini sudah jauh lebih sulit didalam menjalankan sebuah amanatnya sebagai pemimpin di dalam suatu negara. Banyak sekali permasalahan yang tadinya tidak pernah eksis, tapi bisa menjadi masalah sekarang ini. Suatu masalah kecil bisa saja menjadi masalah besar skalanya.

Di dalam kepemimpinan ada banyak teknik yang dapat dikembangkan, tetapi sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat ini, ada yang masih berorientasi ke atas, maka teknik kepemimpinan dengan pemberian suri tauladan merupakan teknik yang sangat cocok. Selain itu perlu juga dikembangkan gaya kepemimpinan motivasi yang positif dengan memberikan sebuah penghargaan kepada yang berhasil, bersamaan dengan gaya partisipasif atau gaya demokratis dengan memberikan kesempatan kepada anak buah untuk berprakarsa dan berpartisipasi dalam pengambilan sebuah keputusan, dan gaya pengawasan yang berorientasi kepada fakror-faktor manusia yang sejalan dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradab dari Pancasila.

 

Catatan : Penulis merupakan mahasiswi STIE

Ditulis Oleh Pada Ming 27 Okt 2019. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek