' '
| | 7.215 kali dibaca

Judi Online Timbulkan Hutang, Sebab Ahang Gantung Diri

Ahang alias Hendi ketika ditemukan tewas gantung diri.

Ahang alias Hendi ketika ditemukan tewas gantung diri.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Ahang alias Hendi (33) yang tewas gantung diri pada Rabu (21/10) sore, bukan pedagang ikan biasa. Ahang ternyata pengusaha muda yang cukup sukses dan memiliki bos di Malaysia dan Singapura sebagai penyupalai ikan ke Tanjungpinang. Di Pasar Baru, kota Tanjungpinang Aheng dikabarkan memiliko 8 lapak kios ikan. Kematian Ahang karena terlilit hutang menimbulkan pertanyaan, kemana uang Ahang hingga dia nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri ?.

Investigasi dan konfirmasi radarkepri.com dilapangan ditemukan fakta yang mengejutkan, ternyata hutang Ahang alias Hendi terjadi akibat hobi barunya bernama judi online. Sumber radarkepri.com yang enggan dipublikasikan namanya menceritakan.”Saya lama kenal Ahang itu, orangnya baik dan royal.”ucap sumber.

Dijumpai radarkepri.com di batu 5, sumber menambahkan.”Beberapa tahun lalu, Ahang dikenal karena memiliki usaha penjualan ikan yang bagus. Bos-nya ada di Batam, Malaysia dan Singapura. Karena Ahang baik, para bos itu percaya dan selalu mendrop ikan segar yang dipesan Ahang.”terang sumber.

Masih kata sumber, namun setahun belakangan, bisnis ikan Ahang mulai labil.”Ada temannya yang mengajarinya bermain judi online. Sejak saat itu usahanya mulai goyang.”ucap sumber.

Menurut sumber yang sama, mungkin akibat pengaruh judi online itu pembayaran ikan segar yang didrop dari Batam, Malaysia dan Singapura macet. Sehingga para bos mengurangi dan menghentikan mendrop ikan untuk Ahang.

Disisi lain, Ahang semakian ketagihan bermain judi online sehingga berhutang pada Bandar judi online.”Hutangnya sekitar Rp 70 juta hingga Rp 120 juta. Tapi mungkin juga ada hutang lagi dengan Bandar judi online lainnya, Dan juga hutang pada bos-nya yang di Malaysia dan Singapura.”beber sumber.

Ahang putus asa.”Beberapa hari lalu, dia (Ahang,red) sudah mengutarakan niatnya untuk bunuh diri. Namun kami berhasil mencegah, bahkan sempat kami bawa ke rumah ibadah agar diberi pencerahan.”ucap seorang kerabat Ahang pada radarkepri.com, Selasa (21/10).

Puncaknya, Selasa (21/10) sore, usai menerima telpon, Ahang nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di plafon rumahnya, Plantar III, RT III RW VIII nomor 51 Tanjungpinang.”Padahal, dia (Ahang,red) pernah berniat untuk pergi ke Manado. Tapi niatnya belum tercapai, dia sudah nekad berbuat begini.”ucap Frensi, istri Ahang saat dijumpai radarkepri.com Selasa (21/10) di TKP.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 22 Okt 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek