' '
| | 658 kali dibaca

Jaksa Diminta Mengusut KPAID Tanjungpinang

Reki dan Pazli, dua bocah penjual koran di Tanjungpinang.

Reki dan Pazli, dua bocah penjual koran di Tanjungpinang\, Selas (21/01). (foto by aliasar,radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Hingga hari ini, Selasa (21/01) belasan bocah berusia belia masih terlihat menjajakan koran dari siang hingga malam demi sesuap nasi. Ketika teman sebaya mereka bersenda gurau dengan teman seusianya, para bocah malang ini justru harus bergulat dengan dinginnya malam dan berjemur di terik matahari siang.

Entah kemana raibnya miliaran uang Negara untuk tunas bangsa ini yang disalurkan pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) kota Tanjungpinang. Kejaksaan Negeri Tanjungpinang diharapkan mulai bertindak untuk mengusut dugaan korupsi di KPAID kota Tanjungpinang.

Masih terlihatnya para bocah berjualan Koran, padahal jarum jam telah menunjuk pukul 22 00 Wib. Reki dan Pazli, demikian nama dua bocah penjaja Koran ini ketika dijumpai Radar Kepri di Akau Potong Lembu pada Selasa (21/01).”Om beli lagi-lah koran kami ni om. Kami belum makan ni.”pinta Reki.

Realita ini tentu saja menggugah naruni bagi warga Tanjungpinang yang masih memiliki hati. Agar penelataran para tunas bangsa ini tidak berlanjut, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang mengusut KPAID Tanjungpinang itu.”Kemana dana yang dianggarkan pemerintah untuk anak-anak yang terlantar itu.”heran sumber Radar Kepri yang meminta namanya tidak di ekspos.

Hingga berita dimuat, media ini belum berhasil menjumpai pihak KPAID Kota Tanjungpinang guna klarfikasi dan konfirmasi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 22 Jan 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda