' '
| | 1.866 kali dibaca

Gara-Gara Pak Wai, Bengkel Ini Bangkrut

Inilah mobil Dinas Tata Kota Pemko Tanjungpinang

Inilah mobil Dinas Tata Kota Pemko Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Gara-gara biaya perawatan mobil di Dinas Tata Kota (Distako) Tanjungpinang pimpinan Almauzar Amal tak kunjung dibayar. Kris (35) pemilik bengkel mobil di rumah toko (ruko) Graha Indonusa Nomor 07-08 , Jl wR Supratman, batu 8 atas bangkrut hingga akhirnya tutup. Pak Wai, sapaan Almauzar Amal berdalih anggaran belum keluar sehingga hutang biaya perawatan tahun anggran 2013-2014 tak bisa dibayar.

H Ir Almazuar Amal, kepala-Dinas Tata Kota, Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman kota Tpi.

H Ir Almazuar Amal, kepala-Dinas Tata Kota, Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman kota Tanjungpinang.

Hal tersebut di ungkapkan Kris pada awak media ini Senin (16/03 disalah satu tempat di Jl Kuantan, kota Tanjungpinang. Terkait dengan tidak dibayarnya uang hasil keringatnya oleh Dinas Tata kota Tanjungpinang tersebut mengatakan.”Saya sudah beberapa kali meminta hak saya pada pak Wai sebagai Pengguna Anggaran (PA). Namun, hingga saat ini baru Rp 100 juta dibayar, masih tersisa Rp 150 juta. Tapi pihak dinas merasa keberatan, minta nego. Hasil nego, deal Rp 70 juta. Namun, sisanya hingga saat ini belum juga dibayar”terang Kris.
Padahal, lanjut Kris.”Pada 2013-2014 pak Wai menjanjikan kepada saya, bulan Desember 2014 lalu akan dibayar setelah APBDP cair. Ternyata setelah dana APBD-P itu cair, pak wai akan membayar seluruh uang saya. Rupanya bukan membayar uang saya yang 250 juta itu, hanya membayar sisa utang Dinas ketika dijabat ibu Maryati. Karena ketika ibu Maryati menjabat, Dinas masih ada sisa hutangnya sama saya sekitar Rp 200 juta, itu sudah lunas. Yang belum dibayar sama dinas, jika kita hitung seluruhnya uang saya yang belum dibayar sekitar Rp 150 juta. Tapi sudahlah dari pada pusing, pihak dinas minta diskon, pengurangan. Ya sudah, Rp 70 juta, itupun tak dibayar juga.”beber Kris.
Masih Kris.”Padahal, pak Wai ketika itu berjanji pada saya, apabila APBDP telah cair, akan memberikan Rp 600 juta penambahan untuk bengkel. Nyatanya, jangankan untuk menambah, uang saya saja belum dibayar. Jadi kata pak Wai ketika itu. Tolonglah kita-kan sama-sama cari duit, kata pak Wai pada saya.”tutur Kris.
Dilanjutkan Kris.”Bukan saya sendiri saja yang belum selesai bang. Ada sekitar 5- 4 kontraktor yang belum diselesaikan. Untuk yang lain belum selesai, sama saya bayarnya cicil. Setelah itu, saya dengar informasi terakhir, kawan-kawan yang lain sudah selesai pembayaranya. Hanya saya saja yang tidak selesai. Kalau mau diselesaikan, jangan pilih kasih-lah.”kesal Kris.
Selanjutnya tambah Kris.”Pak Wai bilang kepada saya, mintalah sama Hijab (pegawai Distako,red). Jadi, saya bilang sama pak Wai. Inikan bukan mobil Hijab. Inikan mobil kantor. Kalau ini mobil Hijab, saya tagih sama hijab. Karena ini mobil kantor, Dinas yang bertanggung jawab. Yang belum dibayar pada tahun 2013 dan 2014 awal. Dengan total Rp 250 juta. Terus minta nego dengan mengatakan. Kalau Rp 250 juta kami tak sanggup bayar, kata si Wambok (PPTK proyek perawatan,red). Karena harga jauh dari pasaran. Lalu saya pertanyakan, kenapa baru sekarang dipermasalahkan terhadap harga. Kalau masalah harga mahal dari awal.”papar Kris.
Dilanjutkan Kris.”Sempat saya bilang sama Wambok. Jika begini jadinya, dari dulu lebih bagus mobil dinas ini tidak masuk ke bengkel saya. Masukan mobil cepat, kok membayarnya jadi begini. Padahal dana perawatan kendaraan dinas itu, saya dengar sebesar Rp 1,2 Milyar pertahun. Kemana dana itu, sehingga uang saya hanya 250 juta saja tidak bisa dibayar lunas. Itukan aneh.”heran Kris.
Kepala Dinas Tata kota Tanjungpinang, Ir H Almazuar Amal dikonfirmasi radarkepri,com terkait dengan hal tersebut melalui selulernya menjawab.”Maaf dinda saya lagi di Jakarta. Mungkin Senin (16/03) saya sudah di Tanjungpinang. Saya jelaskan semuanya.”kata Ir H Almazuar Amal melalui ponselnya.
Kemudian Senin (16/03) radarkepri.com kembali menghubungi pak Wai.”Sori dinda, besok saja Selasa (17/03) saya hubungi dinda.”janji pak Wai.

Namun hingga berita ini dimuat radarkepri.com, Selasa (17/03) Almauzar Amal tak kunjung menepati janji untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi.
Menurut sumber radarkepri.com.”Bukan hanya upah bengkel saja yang diduga di korupsi. Selama kepemimpinan pak Wai. Milyaran anggaran yang dikucurkan Pemko Tanjungpinang  tidak jelas penggunaanya. Mulai dari dana pemeliharaan taman sekota Tanjungpinang hingga pembuatan kerangka besi berwarna merah yang tidak bermanfaat untuk masyarakat.”sebut sumber.
Masih sumber yang sama.”Anehnya, meskipun telah disorot media ini. Namun Inspetoktorat dan Kejaksaan Tanjungpinang, belum tertarik untuk mengusut dugaan korupsi yang dilakukan Dinas yang dipimpin pak Wai tersebut. Apa mungkin Kadis tata kota setor kepihak penegak hukum terkait, sehingga enggan mengusut dugaan korupsi tersebut.”tanya sumber.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 17 Mar 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

2 Comments for “Gara-Gara Pak Wai, Bengkel Ini Bangkrut”

  1. jelaslah aman bos…semua orang juga tau kalau wai sodare mare walikota,bongkar jelah borok semua dinas tu,biaselah klo orang sudah naek lupa akan daratnya

  2. Judul beritanya yang salah. .kalau judul beritanya : gara gara pak ijap berhutang (atas nama kantor) bengkel (toko oli) kris bangkrut. . .Itu baru betul,

Komentar Anda

Radar Kepri Indek