'''
| | 645 kali dibaca

Bupati Anambas.”Untuk Anambas, Saya Siap Lahir dan Batin”

Bupati Anambas, H Abdul Haris dan Fadil Hasan.

Tamjungpinang, Radar Kepri-Terkait kasus yang menimpa Bupati Anambas, H Abdul Haris, menggempar masyarakat dan menjadi tranding topic di medsos masyarakat  Anambas. Baik didalam dam diluar Anambas, bahkan dikedai kopi menjdi bahasan hangat.

Namun sebagaj Pejuang BP2KKA dan praktisi hukum sangat prihatin dengan kasus yang menimpa Abdul Haris.”Sebagai pengamat hukum saya melihat kasus ini syarat nuansa politiknya ketimbang masalah hukumnya,karena pasal-pasal yang dituduhkan pasa beliau. Kalau istilah kami praktisi hukum dikenal dengan “pasal karet” bisa ditarik-tarik sesuai kebutuhan. Kecuali.pasal 421 pasal tindak pidana penyalahgunaan wewenang yang dituduhkn ke bupati Anambas.”terang Fadil Hasan SH.

Ditambahkan Fadil Hasan.”Penyalahgunaan wewenang yang mana, gak jelas.Kasus yang menimpa Abdul Haris.SH ini terjadi karena bupati membela kepentingan daerah dan kepentingan masyarakat jemaja timur agar bupati berpihak pada masyarakat ramai. Agar investor yang mau menebang hutan tersebut dilarang dan tidak menebang hutan yang menjadi sumber air masyarakat jemaja dan jemaja timur.”terangnya.

Dilanjutkan Fadil.”Tapi karena investor merasa mereka sudah mengantongi izin yang lengkap bahkankan dari gubernur kepri. Mereka menganggap apa yang dilakukan bupati Anambas menghambat usaha mereka. Mungkin inilah yang mereka anggap menyalahgunakan wewenang.”terangnya.

Ditambahkan Fadil Hasan.”Kalau yang lain saya kurang paham. Menurut saya kasus ini terlalu dipaksakan. Saya sebagai Pejuang Anambas hanya berharap pihak Penyidik Bareskrim Mabes POLRI Proffesional dan Proporsional dalam menangani kasus Bupati Anambas ini..”ucapnya.

Fadil Hasan menegaskan.”Kalau memang tidak cukup bukti tidak usah segan untuk meng SP3 kan kasus ini. Karena sangat mengganggu kinerja Bupati Anambas yang saat ini sedang bertungkus lumus siang malam mencurahkan tenaga dan pikiran beliau untuk membangun Anambas.”jelasnya.

Dikatakan Fadil.”Tadi malam saya hampit 1/2 jam berbicara dengan beliau di telp karena posisi beliau di jakarta saya di Anambas, beliau menyampaikan kepada saya dengan kalimat yang sangat terharu buat saya sebagai kawan. Demi Allah Bang, saya tidak ada niat sedikitpun untuk menzalimi pihak manapun apalagi rakyat saya di Anambas. Kalau memang apa yang saya buat selama hampir 2 tahun lebih ini belum bisa memuaskan masyarakat. Tolong saya ditegur silahkan datang ke kantor atau kerumh. Untuk  Anambas saya siap lahir dan bathin karena Anambas kampung saya. Kalau selama ini saya ada kelemahan dalam berkomunikasi tolong saye ditegur. Saya sangat terharu Bupati menyampikan hal tersenut.”bebernya.

Selama bergaul Fadil Hasan, dia menilai Abdul Haris orang baik dan sholeh  masih puasa senin kamis dan subuh sering ketemu di mesjid.”Namun setiap manusia ada plus minusnya sebagai Muslim saye ambil yang plus saje. Namun nasehat saye sebagai Pejuang Anambas pada  kawan saye Abdul Haris, mungkin ini teguran buat kawan saye ini,agar lebih banyak berkomunikasi secara langsong ke masyarakatnya..kami Masyarakat Anambas merindukan Pemimpin yang dekat dengan rakyat, tidak dalam acara formal. Tapi lebih banyak informal, mungkin ngopi2 santai atau mantau2 beli ikan dipasar, tanya langsung kebutuhan masy.arakat angsung ke nelayan,.ke pedagang..toko2 ape keluhan mereka. Itulah yang kami inginkan sebagai Pejuang Anambas..semoga Sahabat saya ini tabah dn tetap.istiqomah.”pungkasnya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Jum 20 Apr 2018. Kategory Anambas, Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek