'
| | 1.030 kali dibaca

Warga Tanjung Harapan Seminggu Tak Dapat Air PDAM

bak Sumber Air bersih Gunung Muncung yang di salurkan kemasyaraka

Inilah bak Sumber Air bersih Gunung Muncung yang di salurkan kemasyarakat.

Lingga, Radar Kepri-Masyarakat Singkep minta pihak PDAM Lingga menangani masalah kekurangan air bersih yang di salurkan ke pelanggan ditangani dengan serius. Lebih kurang 1 Minggu air bersih yang disalurkan ke pelanggan mati total, khususnya desa Tanjung Harapan kecamatan Singkep.
Edy warga pasir Kuning mengatakan, wilayah pasir kuning Desa Tanjung Harapan paling sering macet air bersih yang disalurkan oleh pihak PDAM Lingga.”Sampai saat ini pihak terkait dan juga pemerintah daerah seakan tutup mata terkait kelangkahan air bersih yang ada di daerah ini. Ini bukan hal yang baru terjadi, diminta pihak PDAM dan Pemerintah daerah mencari solusi untuk mengatasi pengadaan air bersih kemasyarakat.”ungkap Edy.

Ditempat terpisah, Amir warga Telek juga mengeluhkan hal yang sama Kamis (30/10), masalah air adalah masalah serius yang seharusnya pihak terkait PDAM melakukan cara lain untuk bisa mendatangkan air bersih kemasyarakat.”Kita melihat masih ada celah di PDAM untuk mendatangkan air ke daerah ini, ya mungkin dengan cara bergantian dimatikan.”ujarnya.
Mungkin tempat yang paling dekat dengan bak penampungan dimatikan dulu supaya yang jauh dapat air.”Artinnya air yang akan di salurkan tidak hannya dapat dinikmati masyarakat yang dekat dengan bak penampungan atau iIstalasi air.”katannya.
Ditambahkan.”Saya melihat ini bukan hannya masalah kurangnya debet air, namun keseriusan oleh pihak PDAM untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada seluruh pelanggan masih diragukan.”ujarnya.
Kepala PDAM Lingga, Sazali ketika di hubungi melalui telpon mengatakan, bahwa sumber air saat ini memang jauh menyusut.”Namun tidak mungkin tak dapat hidup sama sekali nanti akan kita lihat salahnya dimana.”janjinya. (muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Kam 30 Okt 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda