| | 878 kali dibaca

Warga Keberatan Kedai Kopi Diurus Penderita Kusta

AHUAT yang telah menjadi Pengurus kedai Kopi Lipo=

Ahuat, penderita penyakit kusta yang telah menjadi pengurus kedai Kopi Lipo, Tanjungbatu. (foto by suhendri,radarkepri.com)

Kundur, Radar Kepri-Warga di sekitar pelabuhan Ferry Tanjungbatu keberatan kedai Kopi Lipo di urus Ahuat, karena lelaki ini menderita penyakit kusta. Para pengunjung kedai kopi Lipo yang sudah hampir 7 tahun berjualan di pelabuhan ini juga risih dan jengah melihat kondisi Ahuat.

Selama ini, masyarakat dan pengunjung kedai kopi Lipo tidak tahu penyakit kusta yang di idap Ahuat. Karena Ahua selalu menutupi tangannya dengan baju lengan panjang. Namun beberapa masyarakat baru mengetahui belakangan ini.

Memang, Ahuat tidak membuat kopi atau jenis minuman lainnya, akan tetapi jika beberapa pelayannya sibuk sementara langganan banyak yang datang. Ahuat terjun langsung untuk membuat dan  mengantarkan minuman yang dipesan ke meja pelanggan.

Menurut beberapa kalangan masyarakat seputar pelabuhan ferry, beberapa supir dan pengojek yang selalu setia mangkal di areal pelabuhan ferry mengatakan, pada awak media ini, Jumat (30/8).”Sebenarnya Ahuat tersebut sudah lama mengidap penyakit yang diduga kusta. Lihatlah beberapa jarinya telah putus, sesekali membersihkan tangan dan jarinya yang diduga kusta.”ujar warga yang minta namanya tidak dipublikasikan itu.

Warga kuatir penyakit itu menular.”Apalagi tidak ada jaminan kebersihan, kadang jadi jijik dan geli kami jika mau minum disitu. Belum tahu, apakah pemerintah terkait memberikan izin dan kelayakan kesehatan. Apakah pemerintah telah melihat itu, mungkin juga usaha makanan yang lain. Apakah layak dikonsumsi Publik atau tidak.”jelasnya.

Ditambahkan.”Jika ini hanya human error, ya udah orangnya diganti.  Tapi jika kedai atau warungnya tidak memenuhi standard kebersihan dan kesehatan, cabut saja izinnya. Untuk Ahuat ,tidak ada niat kami untuk intervensi dan melarang berjualan kopi dan sebagainya disitu. Karena ini usaha keluarga dan sebaiknya keluarga jangan menentukan atau menunjuk Ahuat untuk menjaga kedai kopi tersebut. Setidak-tidaknya daerah masih mendapatkan restribusi disana.”bebernya.

Salah seorang mantan pelayan yang pernah bekerja di kedai kopi Lipo namun enggan menyebutkan nama, mengatakan.”Ahuat memang sudah lama mengidap penyakit jenis kusta ini. Kadang, dulu kami jijik juga apalagi berbau penyakit tersebut, terkadang keseharian Ahuat jarang mandi pula.”ujarnya.

Ditambahkan mantan pelayan tersebut.”Pernah dulu beberapa kejadian, Ahuat membuat dan mengantarkan pesanan minuman yang diminta pelanggan. Ternyata pelanggan tersebut sangat marah dan tidak mau minum dan membayar dan langsung pergi dari kedai kopi Lipo tersebut sambil ngomel-ngomel.”ucapnya.

Ketika hal ini telah membuat “runsing” beberapa kalangan, awak media ini mengkonfirmasikan pimpinan Puskesmas Tanjungbatu, Anton via ponsel. Anton berjanji akan turun secepatnya ke kedai kopi Lipo untuk melihat keadaan Ahuat.”Jika Ahuat memang tidak layak mengawas di kedai kopi tersebut. Akan tidak dibenarkan melakukan pengawasan dan menjaga di kedai kopi itu.”janji Anton.

Dalam catatan media ini, penyakit Kusta ini daya tularnya sangat rendah, masa inkubasinya juga lama, bisa tiga hingga empat tahun lamanya. Kusta tidak tergolong sebagai penyakit mematikan, hanya saja tingkat kecacatan yang ditimbulkan olehnya menjadikan penyakit tersebut sebagai “kutukan” di masyarakat. Stigma di masyarakat membuat penderita kusta dikucilkan dan dijauhkan. Padahal penyakit tersebut tingkat bahayanya tidak terlalu parah.(henz)

Ditulis Oleh Pada Ming 01 Sep 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek