| | 1.170 kali dibaca

Warga Kampung Seraya Atas Hancurkan Pos Pengaman BP Batam

Bagunan kantor pos pengawasan BP Batam yang dirusak warga paska kerusuhan dilahan kampung seraya tanggal 29 September 2014

Inilah bangunan kantor pos pengawasan BP Batam yang dirusak warga pasca kerusuhan dilahan Kampung Seraya Atas, Senin (29/09)

Batam, Radar Kepri-Puluhan warga yang bermukim di rumah liar (ruli) kampung Seraya Atas mengamuk dan merusak pos Kantor Pengaman BP Batam. Akibat amukan masa itu, pos porak-poranda, dinding jebol atap diruntuhkan, nyaris rata dengan tanah, Senin (29/09).

Menurut seorang warga Seraya yang nama enggan ditulis menerangkan, kemarahan warga pada tim pengamanan BP Batam tersebut.”Karena terlalu memaksakan kehendak untuk menggusur  rumah warga disekitar Kampung Seraya Atas, padahal belum ada komitmen yang jelas untuk kepastian ganti rugi yang akan diberikan pada warga.”sebut sumber.

Ditambahkan sumber.”Kami bukan tidak mau pindah, asal kami dihargai secara manusiawi-lah. Masa kami yang puluhan tahun membuka lahan membangun kampung ini.Tahu-tahu  ada orang yang mengaku sebagai pengusaha dan pemilij lahan ini. Kalau memang pengusaha itu mengakui sebagai pemilik lahan, kenapa baru sekarang mereka bilang dia yang punya lahan itu. Kenapa ngak dari dulu, sewaktu kami mengolah lahan yang masih ditumbuhi pohon-pohan besar yang tebang disini.”tambah sumber.

Pihaknya berharap pada BP Batam dan pemerintah kota Batam untuk melihat warga kelokasi.”Bagaimana masyarakat tersiksanya oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,  yang melakukan penggusuran terhadap warga, tanpa ada solusi yang jelas. Perlakukan kami ini sebagai manusia, bukan diganti ganti rugi Rp 3 lalu dijanjikan satu buah kapling. Bagi masyarakat yang sudah beranak pinak disini, diganti rugi tiga juta rupiah, sampai dimana kami bisa membangun kavling tersebut. Lalu selama bangunan kami belum siap, biaya tersebut tidak cukup. Apa lagi bagi warga yang memiliki anak masih sekolah.”jelasnya.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat setempat, War Flores sapaannya.”Kami warga yang tidak mau menerima ganti rugi sebagaimana ditawarkan pihak pengusaha melalui Badan Pengaman BP Batam sebesar  Rp 3 juta. Kami tetap akan mempertahankan lahan dan bangunan rumah milik kami sampai titik darah penghabisan. Tidak ada negosiasi, kami maunya lahan ini diputihkan.”jelasnya.

Diungkapkan War Flores.”Alhamdulilah, sampai saat ini, sejak adanya pergantian RT-RW, kami yang sekarang komit dan solid. Semua warga siap untuk mempertahankan hak miliknya. Sebagai warga yang merasakan adalah kampung Seraya ini kampung halamannya. Mereka siap untuk bertahan.”jelasnya.

Sementara itu dari pihak pengamanan BP Batam, Yuliadi SH dikonfirmasi awak media ini  terkait terjadinya pengerusakan terhadap kantor Pos pengawasan BP Batam di lokasi lahan tersebut oleh warga setempat, mengatakan.”Saya juga tidak habis piker, padahal saat terjadi pengerusakan kantor kami ini, ada Kapolsek Batu Ampar di sini. Namun mereka hanya melihat saja.”tuturnya.

Ketika ditanya apakah tim Pengamanan  BP Batam akan mengambil langkah hukum terkait pengrusakan kantor pos pengawasan itu.”Kami sudah membuat laporan ke Polresta Barelang, namun mereka akan melakukan rapat dulu sebelum mengambil tindakan.”katanya.

Terkait janji kavling pada warga, menurut Yuliadi SH.”Semua sudah berjalan dengan lancar, semua yang sudah menerima ganti rugi sudah pindah secara sendirinya dengan membongkar rumahnya sendiri-sendiri. Namun, yang tidak mau pindah ini memang belum ada negosiasi dengan kami. Mereka mengklaim tidak ada tersedia kavling disana itu, karena tidak melihat  secara langsung, kalau memang mereka ingin tahu silahkan mereka lihat kesana, sudah ada warga disini yang bangun rumahnya secara permanen.”terangnya.

Masih akat Yuliadi, warga yang bersikukuh tidak mau pindah dari sinikan mengaku tanah ini sudah menjadi hak miliknya.”Namun kalau iya tanah ini sudah hak miliknya, tentu mereka harus bisa memperlihatkan bukti kepemilikannya itu.”pungkasnya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sel 30 Sep 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek