' '
| | 1.014 kali dibaca

Walikota Kunjungi Lokasi Rawan Banjir

Walikota Tanjungpiang, H Lis Darmansyah SH ketika berdialog dengan warga Gang Ikhsan yang terkena banjir.

Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH ketika berdialog dengan warga Gang Ikhsan yang terkena banji, Jumat (26/09) pagi..

Tanjungpinang, Radar Kepri-Menindaklanjuti sejumlah keluhan banjir yang disampaikan warga Tanjungpinang ke Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH. Jumat (26/09) usai berkunjung ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Lis bersama Kabag Humas, Faisal Pahlevi S ST dan sejumlah staf Dinas Tata Kota (Distako) mengunjungi sejumlah titik rawan banjir.

Kali ini, lokasi rawan banjir yang di datangi rombongan Walikota Tanjungpinang berada di Wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur, mulai dari Gang Pasopati, Kilomter 12 arah Tanjung Uban, hingga Kampung Sei Carang, Gang Ikhsan, Kelurahan Sei Carang.

Di lokasi Gang Iksan, Kampung Sei Carang, Kelurahan Sei Carang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Lis disambut antusias warga dan mendengarkan keluhan warga yang menjadi daerah langganan banjir tersebut.”Tadi malam hujan lebat pak, air sampai masuk kedalam rumah.”sebut seorang ibu rumah tangga ketika berbincang dengan H Lis Darmansyah SH.

Menyikapi keluhan tersebut, Lis dengan sigap memanggil staf Distako yang ikut dalam rombongan.”Agendakan untuk gotong royong bersama warga disini secepatnya, bersihkan parit yang tersumbat itu dulu.”kata Lis. Staf Distako tersebut menyatakan.”Siap pak, akan kami agendakan pada hari Minggu (28/09) pagi untuk goro bersama warga disini.”jawab staf Distako tersebut.

Hampir 1 jam di Gang Ikhsan yang tepat berada di belakang masjid Nurul Ikhsan, kilometer 11 tersebut, Lis kemudian meninggalkan lokasi menuju kantornya. Terlihat pula dalam rombongan, staf ahli Pemko Tanjungpinang Effiyar M Amin dan kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Gunawan Grenimo.

Sebelum berlalu, media ini mempertanyakan penyebab mengendapnya Rp 1,5 Miliar dana pengendalian banjir di DPU Kota Tanjungpinang.”Itu-lah, saya sudah marah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan dana tersebut belum bisa dipergunakan. Diantaranya, adanya ketakutan bagi PNS ditunjuk menjadi PPTK. Kemudian, masih minimnya pejabat PU yang memiliki basis ilmu pengairan maupun teknis sipil.”terang Lis.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Jum 26 Sep 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek