; charset=UTF-8" /> Uang Transpor Siswa Yang Meriahkan MTQ Nasional Dipangkas - | ';

| | 1,520 kali dibaca

Uang Transpor Siswa Yang Meriahkan MTQ Nasional Dipangkas

Foto anak siswa yang korban dinas kebudayaan pemprok kepri berkumpul yang berencana melakukan aksi demo

Inilah siswa yang ikut memeriahkan MTQ Nasional di Batam menjadi korban pemotongan uang transpor oleh dinas Kebudayaan Pemprov Kepri, berkumpul yang berencana melakukan aksi demo.

Batam, Radar Kepri-Ratusan siswa sekolah di Batam yang membawakan beragam tarian dalam pembukaan acara MTQ XXV Nasional di kota Batam merasa di tipu oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri. Pasalnya, janji uang transpory sebesar Rp 50 sekali ikut latihan, ternyata hanya di bayar Rp 8 ribu.

Seorang siswa, mewakili 50 pelajar yang ikut memeriahkan acara MTQ XXV Nasional di Batam kepada Radar Kepri, Sabtu (07/06) mengungkapkan.”Janjinya, saeali ikut latihan akan diberi uang transpot sebesar Rp50 ribu setiap latihan. Namun setelah tenaga kami dipakai tadi malam uang transport hanya Rp 8 ribu perharinya.”keluh siswa tersebut.

Merasa tertipu dan dirugikan, sekitar 50 orang siswa berbagai sekolah menengah di kota Batam berkumpul  dan akan melakukan aksi bakar baju yang di berikan penitia MTQ nasional diseputaran dataran lapangan Engku Putri, Batam Centre, tempat berlansungnya pelaksanaan MTQ tersebut.

Wakil walikota Batam, Rudi SE yang mengetahui kekecewaan siswa tersebut mencoba menfasilitasi  dan membujuk siswa agar tidak melakukan aksi demo dan bakar baju. Wawako Batam minta 5 orang perwakilan dari siswa untuk berunding.

Dalam pertemuan terjadi kesepakatan antara pihak terkait agar bisa menbayarkan uang transpor telah dijanjikan kepada siswa yang telah bertungkus lumus mengorban sekolahnya demi suksesnya acara MTQ nasianal teesebut.

Menurut salah seorang siswa yang mewakili rekan-rekannya, pihak yang harus bertanggung jawab dalam hal ini dinas kebudayaan Pemrov Kepri berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut dalam dua hari.

Namun jika pihak terkait tidak menempati janjinya.”Maka kami tetap melakukan aksi demo menuntuk hak kami sebagaimana yang telah mereka janjikan. Kami bakar semua atribut pakain yang diberikan pada kami.”tutupnya.

Hal mendapat tanggapan yang beragam dari orang tua siswa yang anak di ikutsertakan dalam acara tersebut.Hery Marhat mengatakan dengan biaya tranpor Rp 8 ribu untuk satu orang anak, sangat tidak masuk akal yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Kepri itu. Saya sebagai orang tuanya setiap anak mau mengikuti latihan menari tersebut memberi mereka uang Rp 50 ribu.Itu berangkat mulai jam 1siang pulang jam 12 malam.”sebut Hery Marhat kepada awak media ini dilokasi yang sama.

Secara logika saja, lanjt Hery Marhat.”Saya katakana, saya juga sanggup untuk membayar mereka (pejabat,red) Rp 300 ribu perbulan tetapi mereka tak usah kerja keras cukup duduk -duduk saja di rumahku, tak usah kerja apakah dia mau.”jelasnya.

Ditambahkan Hery Marhat.”Saya yakin honor anak-anak sudah disunat, karena setiap perencanaan acara yang akan dibuat, pasti budjet anggaran sudah ada.Kami bersama dengan kawan-kawan akan minta kepada dinas terkait untuk mengekspos, berapa besar anggaran untuk kegiatan anak kami.”tukasnya.

Hal senada disampaikan oleh laksama LSM Garda Indonesia kota Batam, Aldi Braga, mengatakan.”Heran dengan oknum pejabat- pejabat provinsi Kepri yang memanfaatkan suasana MTQ nasional yang mulia tersebut untuk ajang bisnis kepentingan pribadinya. Hal ini bisa di lihat mulai dari sewa lapak pada pedagang dengan harga yang setinggi langit. Tanpa memikirkan nasib pedagang kecil.”ujarnya.

Ditambah lagi dengan kejadian ini, bahwa honor anak ini juga mau disunat.”Inikan sangat memalukan dan perbuatan tidak bermoral, masa hak-hak anak -anak juga juga mau dimakan, mereka itukan sudah digaji.”cetusnya.

Sementara itu Mulkansyah, ketua NCW Kepri meminta kepada aparat penegak hukum, Kejaksaan Tinggi Kepri.”Usut semua proyek terkait dengan MTQ nasional 2014 yang berlangsung di kota Batam itu.”Kita menilai proyek MTQ nasional rawan penyelewengan.”timpalnya.

Hingga berita ini dimuat, media ini belum berhasil menjumpai Kepala Dinas Pariwista Provinsi Kepri guna konfirmasi dan klarfikasi.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sab 07 Jun 2014. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Uang Transpor Siswa Yang Meriahkan MTQ Nasional Dipangkas”

  1. masih ada juga celah tuk makan yg bukan haknya… kasian tu anak2 dah berharap

Komentar Anda

Radar Kepri Indek