; charset=UTF-8" /> Transportasi Udara Penyebab Lambannya Pariwista Kepri Pulih - | ';

| | 92 kali dibaca

Transportasi Udara Penyebab Lambannya Pariwista Kepri Pulih

Bandara Internasional RHF Tanjungpinang yang masih sepi wisman.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sebelum pandemi covid 19 terjadi, dunia pariwisata Kepri merupakan primadona bagi ribuan tenaga kerja. Baik tenaga kerja resmi maupun pendukungnya merasakan manisnya berkah wisatawan manca negara maupun domestik. Kepri bahkan meraih peringkat kedua dari jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia setelah Bali.

Malapetaka berupa virus corona meluluhlantakkan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar ini. Hampir semua sektor bisnis telungkup dihajar covid 19. Puluhan travel terpaksa gulung tikar. Ratusan mobil atau mungkin ribuan terpaksa dikembalikan ke leasing karena kreditor tak mampu bayar.

Diawal tahun 2022, meskipun Covid 19 belum sirna total. Namun perlahan tapi pasti status pandemi covid 19 di Kepri turun drastis.

Pemerintah Provinsi Kepri yang dipimpin Ansar Ahmad SE ME membaca peluang akan bangkitnya kembali dunia pariwisata Kepri. Lobi dan diplomasi dilakukan mantan Kabag Ekonomi Pemkab Kepri ke Pemerintah Pusat (Jakarta) agar pintu-pintu masuk wisatawan dibuka.

Usaha, jerih payah serta kerja keras Politisi Beringin ini akhirnya berbuah manis. Presiden Joko Widodo memberi laluan dan mengabulkan permintaan Pemprov Kepri. Tentu saja dibukanya pintu untuk wisatawan manca negara masuk ke Kepri dengan persyaratan ketat. Harus memenuhi dan mematuhi protokol kesehatan. Tidak masalah sebenarnya, karena untuk kepentingan publik dan masyarakat Kepri khususnya para pekerja di sektor pariwisata yang bersentuhan langsung dengan wisatawan.

Ekspetasi besar akan kembali berjayanya dunia pariwisata Kepri tentunya membuncah di hati dan pikiran Gubernur Kepri dan Kabinetnya, khususnya Dinas Pariwisata Kepri dibawah pimpinan Buralimar.

Beragam inovasi kreatif menarik wisatawan dilakukan. Mulai dari promosi, menata ulang destinasi wisata hingga kemudahan lainnya. Meskipun belum mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun ada yang terlupakan, padahal sangat krusial. Yaitu moda transportasi udara dari luar negeri ke Kepri. Dua bandara internasional yang dimiliki Kepri ternyata tidak memiliki airline yang rutin membawa penumpang, khususnya wisatawan.”Akibatnya, wisatawan yang datang ke Kepri harus mencarter pesawat. Inikan (mencarter pesawat,red) untuk liburan itukan mahal.”sebut seorang pejabat di Dispar Kepri yang enggan ditulis namanya.

Pihaknya menyarankan agar Gubernur Kepri bersama dinas dan instansi terkait melakukan pendekatan dan lobi ke maskapai penerbangan agar melayani secara rutin rute dari luar negeri ke Kepri.”Atau bisa saja meminta maskapai Garuda selaku perusahaan negara membuka jalur penerbangan dari luar negeri ke Kepri. Paling tidak dari Malaysia ke Batam atau ke Tanjungpinang rutin seminggu sekali dulu.”sarannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri (Kadispar), Buralimar dikonfirmasi media ini tentang kegiatan yang telah dilakukan Dispar Kepri meningkatkan jumlah wisman melalui WA-nya dan apa benar belum ada airline yang rutin membawa turi menulskan.”Kita tidak mengandalkan airlines. Kita mengandalkan jalur laut.”tulisnya. Buralimar menambahkan.”Jalur udara selama ini bersifat charteran.”terangnya.(Irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 21 Apr 2022. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek