' '
| | 770 kali dibaca

Tim Mabes Polri Pulang, Tambang Bauksit Ilegal Kembali Beraksi

DSC01576

Truk dan Dumptruk bermuatan biji bauksit kembali bebas melenggang di jalan raya setelah tim Mabes Polri pulang ke Jakarta, Selasa (03/09). (foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kehadiran tim Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri) di Kota Tanjungpinang, terkesan diam-diam. Sehingga tidak ter-ekspos ke media secara luas. Padahal tim Mabes Polri ini hadir ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang ini cukup lama, 4 hari. Namun bukan berarti kehadiran tim Mabes Polri ini tidak terdeteksi oleh beberapa kalangan termasuk media ini.

Buktinya, seorang pengusaha tambang bauksit ilega di Tanjungpinang mengaku kehadiran tim Mabes Polri ini membuat aktifitas tambang illegal mereka tutup untuk sementara.”Ada tim Mabes Polri datang, kami terpaksa tutup dulu bang.”sebut pengusaha tambang illegal yang beroperasi di Senggarang itu. Baru, Senin (02/09) tim tersebut balik ke Jakarta.”Hari ini (Selasa, 03/09) kami mulai nambang lagi bang.”bisik sumber media ini.

Celoteh pengusaha tambang illegal ini bukan isapan jempol, buktinya, berdasarkan penelusaran radarkepri.com dilapangan. Geliat dan lalu lalang serta aktifitas tambang bauksit mulai “menggila”. Puluhan dumptruk yang beberapa hari belakangan ini tak terlihat di jalan raya. Kini, kembali terlihat bebas melenggang dengan muatan biji bauksit. Seperti di Sei Timun, Sei Carang,dan Tanjung Lanjut, Tanjung Sebauk Senggarang serta Dompak.

Lihat saja di persimpangan jalan Sei Carang dan Sei Timun, Senggarang, terlihat seorang lelaki berbaju kaos lengan panjang belang-belang dengan topi warna hitam. Terlihat sedang mengawasi disetiap simpang jalan yang dilintasi mobil pengangkut bijih bouksit itu. Laki-laki memegang bendera warna merah terlihat mengawasi dumptruk yang melintas. Ketika ada dumptruk akan melintas, lelaki tersebut berdiri dan memberi tanda, agar supir menjalankan dumptruknya pelan-pelan.”Mungkin, bauksitnya hasil jarahan itu, akan loading dalam minggu ini. Karena tumpukan hasil jarahan tersebut telah menumpuk dibibir pantai Sei Carang tepatnya dibawah Jembatan Gugus Engku Hamidah Sei Carang dan Sei Timun tersebut.”tambah sumber media ini.

Pantauan Radar Kepri dilapangan Selasa (03/09), puluhan mobil Dumtruck terlihat dengan bebas melintasi jalan umum di sekitar lokasi tersebut. Seperti jalan arah dari Kantor Kejati Kepri hingga Jalan arah Makorem 033 W/P. Beberapa ruas jalan tersebut telah banyak yang hancur dan berlobang. Bahkan telah berubah warna menjadi warna merah kekuning-kuningan, jika musim hujan menimbulkan becek, dimusim panas banyak debu berterbangan, apabila dilewati kendaraan.

Seorang petugas TNI AD berpakaian dinas terlihat melintas di jalan tersebut, terlihat sangat kesal. Karena celana dan kendaraanya terkena air becek jalan yang telah disiram oleh satu unit mobil tanki yang diduga milik penambang tersebut.

Realita ini tutup-buka tambang ini mengindikasikan, aparat penegak hukum di kota Tanjungpinang diduga berkolusi dengan para penjahat lingkungan alias penambang bauksit illegal. Sejatinya, aparat penegak hukum dan penguasa daerah menjaga dan mempertahankan bumi Segantang Lada ini.”Bukan malah sebaliknya, bekerja sama menenggelamkam daerah Tanjungpinang untuk kepentingan pribadinya.”sesal sumber yang enggan menyebutkan namanya itu.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 03 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek