' '
| | 1.109 kali dibaca

Tiga Benua Dalam Seminar Kebesaran Sejarah dan Tamadun Alam Melayu

Foto bersama Kadis Budaya Provinsi Kepri, Arifin Nasir dan pemakalah seminar usai peluncuran 9 buku karya Abdul Kadir Ibrahim.

Foto bersama Kadis Budaya Provinsi Kepri, Arifin Nasir dan pemakalah seminar usai peluncuran 9 buku karya Abdul Kadir Ibrahim, Sabtu 28 September 2013.(foto by irfan,radarkepri.com).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Bahasa Indonesia merupakan pemersatu dari ribuan suku dan etnis di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ibu dari bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu, tentu saja bahasa Indonesia tidak sama 100 persen dengan bahasa Melayu. Karena bahasa Indonesia mengemban amah menjadi pemersatu ribuan suku dan bangsa yang ada di NKRI.

Penegasan ini diungkap Jamal D Rahman M Hum yang menjadi pemakalah dalam Seminar Kebesaran Sejarah dan Tamadun Alam Melayu yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Provinsi Kepulauan Riau di lantai III Meeting Room Gardenia, Hotel Aston, Tanjungpinang.

Acara seminar yang dilaksanakan sejak Sabtu (28/09) hingga Minggu (29/09) di buka Gubernur Kepri H M Sani yang diwakili oleh Kadisbud, Drs H Arifin Nasir Msi. Di hadiri oleh peneliti dan pakar Budaya Melayu dari 3 benua, yaitu Asia, Australia dan Eropa.

Drs H Abdul Kadir Ibrahim MT, ketua kurator Seminar Tamadun Alam Melayu yang meluncurkan 9 buku yang diciptakannya denga tajuk Serangkaian Tuah Melayu, dijumpai Radar Kepri disela-sela kegiatan, mengatakan.”Nara sumber terdiri dari perwakilan Malaysia, Singapura, Jerman dan Australia dengan jumlah sekitar 150 orang.”sebut Akib sapaan Drs H Abdul Kadir Ibrahim.

Tujuan digelarnya seminar dua hari ini menurut Akib, guna memperkokoh budaya Melayu dan jati diri bangsa Indonesia dan mengukuhkan Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu.”Seminar ini juga bertujuan menghimpun tentang khazanah Tamadun Alam Melayu Kepri. Dan melestarikan nilai-nilai Tamadun Alam Melayu Kepri di era globalisasi.”terang Akib.

Ditambahkan, dengan penyelenggaraan seminar.”Sekaligus kita mensosialisasikan nilai-nilai luhur Tamadun Alam Melayu pada pemuda dan pemudi.”ucapnya.

Selain itu, seminar ini, lanjut Akib, diharapkan melahirkan rekomendasi pemikiran tentang Tamadun Melayu untuk dijadikan dasar pengambilan kebijakan pemerintah Pemprov Kepri dan kabupaten/kota di Kepri untuk masa yang akan datang. (irfan)

Ditulis Oleh Pada Sab 28 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda