' '
| | 413 kali dibaca

Tidak Puas Hasil Penghitungan Suara, Massa Bertindak Anarkis

Aksi masa yang tidak puas dengan KPUD.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Ratusan massa dari berbagai unsur melakukan aksi demo di TPS dan kantor KPUD yang menolak hasil penghitungan suara Wali Kota Tanjungpinang yang mereka anggap tidak sesuai dengan data yang mereka miliki.

Demo yang awalnya berjalan damai tiba-tiba menjadi anarkis dan rusuh, massa pendemo menolak hasil pertemuan dengan perwakilan KPUD Tanjungpinang yang di fasilitasi oleh polisi. Massa pendemo yang bertambah ramai semakin beringas dengan membakar ban dan bentrok fisik dengan pasukan Dalmas serta Brimob.

Aksi demo anarkis tersebut hanya merupakan simulasi pengamanan Pilwako Tanjungpinang yang dilaksanakan Polres Tanjungpinang di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Sabtu (12/08/2017).

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan simulasi pengamanan Pilwako ini merupakan tahap pertama yang dilakukan melibatkan sekitar 120 orang personel Polres dan Brimob. Untuk simulasi pengamanan tahap dua rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober dengan melibatkan unsur masyarakat.

“Untuk sekarang yang kita libatkan hanya personel Polres Tanjungpinang sekitar 120 orang, baik itu peserta aksi dan pengamanan. Simulasi tahap dua nanti rencananya semua unsur kita libatkan, kemungkinan Kapolda juga akan hadir untuk melihat,” ujar Kapolres.

Mengenai peta titik-titik rawan di Kota Tanjungpinang dalam menghadapi Pilwako, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan ada tiga lokasi yang menjadi pantauan berdasarkan data dari Pilgub Kepri 2015 lalu. Ketiga titik rawan tersebut hingga saat ini masih menjadi pantauan sejauh mana dampaknya nanti dalam Pilwako Tanjungpinang yang akan dilaksanakan pada tahun 2018.

Terakhir AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro berpesan kepada masyarakat Tanjungpinang agar menjaga daerah masing-masing tetap kondusif dalam menghadapi tahapan Pilwako nanti. (Wok)

Ditulis Oleh Pada Ming 13 Agu 2017. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda