| | 945 kali dibaca

Tangkap Dan Penjarakan Pejabat Kebal Hukum

Demo masyarakat Batam yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Berantas Pejabat kebal hukum.

Demo masyarakat Batam yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Berantas Pejabat kebal hukum.(foto by taherman, radarkepri.com)

Batam, Radar Kepri-Terkait belum tuntas berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pemko Batam. Ratusan masyarakat Batam yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Berantas Pejabat kebal hukum, mendatangi kantor walikota Batam. Demonstran membawa sepanduk yang bertuliskan”Tangkap dan  Penjarakan Pejabat Kebal Hukum. Gerakan di pimpin oleh Ketua LSM Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan dan Pembangunan Daerah (BPKPPD) kota Batam, Edi Susilo, Selasa (27/08) di Batam Centre.

Dalam orasinya, Edi Susilo mengatakan dari sekian banyak kasus yang mencuat ke publik Batam yang diproses oleh instansi penegak hukum Kejaksaan Batam saat ini. Terutama dugaan korupsi, belum ada yang dituntaskan oleh instansi tersebut sampai keakar-akarnya. Walaupun ada di usut, namun hanya setingkat bawahan saja.”Sementara, pejabat teras yang dianggap paling bertanggungjawab belum tersentuh hukum.”ujarnya.

Sebagaimana di ketahui, ada beberapa kasus dugaan korupsi yang mencuat kepermukan publik Batam akhir-akhir ini yang hilang begitu saja. Diantaranya, dugaan kasus korupsi dana Bantuan sosial (Bansos) mulai dari tahun 2006 sampai tahun 2012 kasus ini belum tersentuh hokum. Adapun yang di bongkar oleh instansi Kejaksaan Negeri Batam dengan skala kecil, anggaran Bansos tahun 2009 sebesar Rp 23,3 Miliar.

Namun pada anggaran sebelumnya dan setelah itu yang lebih besar belum tersentuh sama sekali oleh penegakan hukum.”Diperkirakan dugaan korupsi dana bantuan sosial di kota Batam mencapai ratusan miliar.”sebut Edi Susilo pada wartawan usai melakukan orasi waktu itu.

Selain itu, ada juga dugaan kasus koupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah yang mencuat di tengah-tengah masyarakat Batam. Kasus ini sempat menghebohkan ditengah-tengah masyarakat Batam, karena diduga keterlibatan pejabat teras Pemko Batam. Namun kasus ini hilang bak ditelam bumi alias tidak ada lagi kabar beritanya.

Ditambah mencuat dugaan kasus korupsi dana asuransi Pegawai Negeri Sipil (PNS) PT Asuransi Bumi Asih Jaya yang sampai sekarang belum jelas nasibnya. Maka dari, kata Edi Susilo.”Kami berserta teman-teman akan terus melanjutkan aksi demo, sampai aspirasi kami ditanggapi oleh penegak hokum Kejaksaan Negeri Batam untuk menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas. Bahkan kalau Kejaksaan Negeri Batam tidak menindaklanjuti proses kasus ini. Kami bersama teman-teman akan lanjutkan demo sampai Kejaksaan Tinggi Kepri.”tegasnya (taherman)

Ditulis Oleh Pada Kam 29 Agu 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda