' '
| | 231 kali dibaca

Tangkal Berita Hoax, Pelajar dan Netizen Ikuti Sosialisasi GNRM

Foto bersama pelajar dan pelaksana GNRM.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Maraknya berita hoax (bohong, red) yang makin marak di media sosial, terutama yang menyasar generasi muda makin hari semakin cukup mengkhawatirkan akhir-akhir ini.

Untuk menangkal agar berita hoax tersebut tidak mudah tersebar, pelajar dan netizen Tanjungpinang mengikuti Sosialisasi “Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Melalui Medsos” yang diadakan oleh Kemenko PMK, Kemendikbud, Kemenkominfo dan Pemprov Kepri, yang diadakan di Hotel Aston Tanjungpinang, Kamis (24/08/2017).

Hadir sebagai pembicara Yuhendra dari Kemenko PMK, Iskandar Zulkarnaen Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Kepri, serta pegiat media sosial Mirham.

Yuhendra dalam pemaparannya mengatakan dalam menggunakan medsos ada tiga cara yang harus diterapkan. Pertama cara berpikir ketika menggunakan medsos. Kedua cara kerja, dimana medsos bisa digunakan secara positif seperti untuk usaha, dan ketiga cara hidup, dengan medsos kita bisa menjalin hubungan pertemanan dengan positif.

Lebih lanjut Yuhendra mengatakan dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental ada lima prinsip yang diterapkan untuk menangkal berita hoax, yakni Indonesia Melayani, Mandiri, Tertib, Bersih dan Bersatu. “Lima prinsip itulah yang merupakan garda terdepan bagi para penggiat medsos untuk menangkal berita-berita bohong yang disebar melalui medsos,” ujar Yuhendra.

Sedangkan Iskandar Zulkarnaen dalam paparannya mengatakan Kominfo Provinsi Kepri saat ini sudah berubah menjadi dinas yang digital, artinya semua pegawai harus dipaksa mengerti fungsi dan mampaat digital. Selain itu Kominfo Kepri menjalin kerjasama dengan penggiat medsos untuk memberikan pemahaman kepada para generasi muda bagaimana cara bermedsos dengan benar.

“Kita pernah membuat kegiatan bersama perkumpulan penggiat medsos, seperti IDI, IPJTI, bahkan beberapa waktu lalu kita mengundang perwakilan Microsoft untuk memberikan pemahaman tentang perangkat lunak,” ujar Iskandar.

Mirham, penggiat medsos yang sudah berpengalaman memberikan masukan bagaimana menangkal berita bohong yang disebar melalui medsos. Bagi pengguna medsos yang menerima link berita terlebih dahulu di cek kebenaran berita tersebut sebelum di share ke medsos lain.

“Sekarang ini banyak orang percaya suatu informasi atau berita saat membaca judulnya saja tanpa melihat seluruh isi berita, biasanya berita tersebut langsung di kirim ke medsos lain yang ternyata judul dan isi berbeda. Banyak yang terjebak dengan berita-berita hoax tanpa terlebih dahulu di cek kebenarannya, secara tidak langsung kita ikut menyebarkan berita bohong,” ujar Mirham.

Untuk menangkal agar berita hoax tersebut tidak ikut disebarkan, Mirhan berpesan dalam menggunakan medsos harus cerdas. Sebelum berita tersebut di share, terlebih dahulu dilakukan pengecekan melalui mesin pencarian seperti google, yahoo dan media online lainnya.

Sosialisasi diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian doorprize kepada peserta yang memposting kegiatan tersebut melalui medsos Facebook, Instagram dan Twitter dengan like terbanyak. (Wok)

Ditulis Oleh Pada Jum 25 Agu 2017. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda