; charset=UTF-8" /> Tambang Pasir Darat di Tambeling Cemari Lingkungan - | ';

| | 304 kali dibaca

Tambang Pasir Darat di Tambeling Cemari Lingkungan

Kondisi jalan didepan rumah warga akibat truk bermuatan pasir darat di Tambeling.

 

Bintan, Radar Kepri-Tambang pasir darat di desa Tambeling, kecamatan Tambeling, Kabupaten Bintan meresahkan warga karena membuat jalan dan rumah warga kotor.

Diduga penambangan pasir darat tersebut tiodak memiliki analisa dampak lingkungan yang berpotensi melanggar tindak pidana menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59.

Data yang dihimpun radarkepri.com kegiatan produksi lahan di Tambeling Kecamatan Tambeling Kabupaten Bintan, Propinsi Kepulauan Riau dimulai beberapa tahun lalu yang dilakukan dengan metode terbuka dilakukan dengan cara. Melakukan pembersihan lahan dari rumput dan kotoran yang ada dipermukaan tanah. Pengupasan lapisan tanah penutup (OB) dengan menggunakan excavator. Melakukan pengambilan material pasir darat setelah lapisan penutup terkupas. Mengangkut pasir darat yang diambil dari tempat pengerukan material ke stockpile dengan menggunakan truk. Dari stockpile pasir darat diangkut ke lokasi pencucian untuk dibersihkan dari kotoran seperti tanah, batu, dan lain-lain menggunakan air dan mesin tromo. Pencucian pasir darat menggunakan mesin tromol yang dialiri air yang diambil dari kolam air yang telah dibuat oleh PT Gunung Mario Liga Ligo
Setelah bersih pasir darat diangkut ke stockpile penyimpanan dan akan dikirim melalui terminal khusus milik perusahaan.

Proses produksi dan pencucian pasir darat tersebut menghasilkan limbah berupa tanah lumpur, kerikil, sampah, yang dialirkan ke kolam pengendapan untuk diendapkan. Dalam proses produksi tersebut, PT Gunung Mario Liga Ligo juga menghasilkan limbah B3 yang berasal dari penggunaan alat-alat berat, alat-alat transportasi dan mesin-mesin yang hasilnya berupa oli bekas, kain majun terkontaminasi, ceceran minyak dalam pasir serta filter bekas, yang mana limbah B3 tersebut hanya diletakkan/ditaruh ditumpukan besi bekas di area terbuka di sekitar basecamp atau workshop tanpa adanya penanganan khusus untuk pengelolaan limbah dari perusahaan dikarenakan perusahaan tidak memiliki TPS (Tempat Pembuangan Limbah Sementara) dan tidak memiliki kerjasama dengan pihak lain dalam pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya.

Limbah berupa Filter oli bekas, ceceran oli, kain majun terkontaminasi, drum bekas solar serta ceceran minyak di pasir yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut terkonfirmasi sebagai Limbah B3 termasuk dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 Lampiran 1 Tabel 1 Daftar Limbah B3 dari Sumber Tidak Spesifik, semuanya memiliki kategori bahaya 2 Limbah B3.

Hingga berita ini dimuat, media ini belum berhasil menjumpai pihak perusahaan terkait persoalan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut guna konfirmasi dan klarifikasi.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Jum 03 Sep 2021. Kategory Bintan, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek