
Lingga, Radar Kepri — Masyarakat Desa Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mendambakan penerangan alias listrik.
Padahal, sudah 81 tahun Indonesia merdeka, namun pelayanan untuk masyarakat di daerah tersebut masih minim.
“Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, penerangan atau listrik pun kami, warga Pulau Lalang, tidak mendapatkan,” kata salah seorang warga Pulau Lalang kepada RadarKepri.com, Rabu (28/10/2026).
Sekitar Agustus 2025, lanjut sumber, Bupati Lingga M. Nizar pernah berkunjung ke Pulau Lalang dan berjanji akan memasukkan listrik.
“Namun, hingga 2026 ini, belum juga ada kepastian kapan kampung kami ini terang seperti yang lainnya. Janji hanya tinggal janji, tapi tak pernah ditepati,” katanya.
Sumber menambahkan bahwa listrik milik desa sebenarnya ada. Namun, sudah lama mengalami kerusakan.
“Kerusakan itu sudah diperbaiki dengan biaya perbaikan sekitar Rp15 juta. Namun, karena anggaran desa informasinya kosong, hingga saat ini lampu milik desa itu belum bisa dioperasikan karena tidak ada uang untuk membayar,” pungkasnya.
Padahal, lanjut sumber, uang kas masjid sudah digunakan sekitar Rp5–6 juta. Namun, mereka juga tidak mengetahui apa kendalanya.
Selain kerusakan mesin. Kabel arus listrik pun sudak terawat, terlihat untaian kabel sudah seperti jemuran kain yang disangkutkan di setiap pohon kelapa.
Pertanyanya, kemana dan dibelanjakan untuk apa uang sekitar Rp 1 milyar anggaran desa setiap tahunya itu,?
“Apakah anggaran tersebut tidak boleh digunakan ke kepentingan umum seperti penerangan,?
Terkait hal tersebut, Kepala Desa Pulau Lalang, Indra, dikonfirmasi melalui ponselnya pada Rabu (28/10/2026). Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan karena ponselnya tidak aktif. (Aliasar)







