BPD Pulau Lalang dan Perangkat Desa Dikabarkan Kompak Tidak Ngantor

Kantor Desa Pulau Lalang.

Lingga, Radar Kepri – Setelah diunggah RadarKepri.com terkait anggaran Desa Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, persoalan tersebut menjadi sorotan di media sosial (medsos).

Pasalnya, penggunaan anggaran desa setiap tahunnya dinilai tidak jelas peruntukannya, sehingga muncul keluhan di tengah masyarakat setempat dan di medsos.

Bacaan Lainnya

Menurut akun bernama Hazanah Ana, yang turut memberikan komentar, bukan hanya keluhan setiap tahun terkait anggaran desa yang disebut tidak melahirkan pembangunan.

“Bukan mengeluh lagi anggaran desa setiap tahun meluncur, pembangunan desa tk ade, cube lah kunjung rumah pk kades dibukit abun besar mejulang, kanto sering kosong, ape kerje.”

Kemudin Hazanah Ana, mengometari “Tak ape yg penting perangkat desa, pak kades dah kenyang, dah biase kami begelap,dari nenek moyang kami,🔥🔥”

Selain itu, sumber lain yang merupakan warga desa setempat mengeluhkan bahwa Kantor Desa Pulau Lalang sering kosong. Sehingga pelayanan kepada masyarakat terganggu.

“Sebenarnya jgk beliau sudah lelah dengan semua kelaku perangkat desa yg lain,yg jarang hadir di kantor, dia mau buka suara namun lagi takut karna sumber kerjanya hanyalah di kantor desa, kerja laut di tak bisa, beliau sebenarnya mau cerita tentang kacau nya desa ini cuma dia tak berkuasa, bagai mana cara nya biar dia bisa buka suara pak?” tulis seorang warga Pulau Lalang yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada awak media ini melalui pesan WhatsApp, Kamis (29/10/2026).

Sumber yang sama menambahkan bahwa seringnya perangkat desa jarang masuk kantor diduga karena minimnya pengawasan dari BPD setempat.

“BPD jgk gk pernah masok di kantor dusun nya jgk, yg ada di kantor hanya 2, 3 orang, yg sering buka kantor dan aktif yg bernama Ismail dan Bani, yg lain gk tau kemana. Klu si sekdes ya dia sudah mengakui klu dia di dabok karna kendala sinyal. BPD yg bernama Johari sama sekali gk perna masuk di kantor, bu Desi, dusunya,” tulisnya.

Meskipun persoalan tersebut kerap diunggah media ini, belum ada informasi mengenai tindakan tegas dari instansi terkait.

Hingga berita ini diunggah, konfirmasi masih diupayakan kepada semua pihak terkait lainnya. (Aliasar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *