' '
| | 708 kali dibaca

Rapat Wako Dengan PLN Tanpa Solusi Pemadaman Listrik

Rapat walikota Tanjungpinang dengan direktur PLN, Agustian.

Rapat walikota Tanjungpinang dengan direktur PLN, Agustian membahas pemadaman oleh PLN tanpa menghasilkan solusi.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Terkait pemadaman listrik bergilir merupakan salah satu tanggungjawab Pemerintah (Pemko) Kota Tanjungpinang. Mengingat hal tersebut, Senin (8/4) Kepala Cabang Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tanjungpinang menggelar rapat di kantor Walikota Tanjungpinang dengan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, SH dihadiri Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Tanjungpinang.

Agustian, Kepala Cabang Area PLN Tanjungpinang, menjelaskan kemampuan total daya listrik untuk Kota Tanjungpinang sampai akhir Maret 2013 46.900 MW. Pada jam puncak di siang hari 44,8 MW mengalami defisit (kekurangan) 2,100 MW. Kemudian pada beban puncak di malam hari mencapai 48.900 maka defisit 2.100 MW. Hal inilah yang menyebabkan pemadaman bergilir yang di lakukan di Kota Tanjungpinang. Beban puncak pemadaman bergilir yang dimulai dari bulan Februari ini, juga dipengaruhi faktor cuaca, karena cuaca panas membuat beban listrik bertambah karena penggunaan pendingin oleh masyarakat. Selain itu, daya listrik yang masih pas-pasan juga karena mesin yang disambar petir, trafo yang meledak serta kondisi mesin yang sudah tua.

Dalam pertemuan tersebut Agus menyampaikan permohonan maafnya, karena koordinasi dan komunikasi yang selama ini kurang intens, baik kepada Pemko maupun masyarakat. Ke depannya, pihak PLN akan berupaya dan berusaha sambil memperbaki dan perawatan mesin yang ada, supaya tidak ada lagi pemadaman bergilir. Sejauh ini upaya yang dilakukan pihak PLN untuk mengurangi beban daya, mengimbau pelanggan bisnis dan industri untuk mengurangi beban 50% dari total harian pada beban puncak. Juga kepada masyarakat untuk menghemat listrik sehingga nantinya bisa mengurangi pemadaman begilir

Menurut Agustian.“Kami berharap ke depan dalam aspek apapun PLN tetap berkoordinasi dengan Pemko.Karena dengan begitu bisa cari solusi agar tidak membuka aspek-aspek yang berdampak lain di masyarakat.”kata Lis. Karena masyarakat, tentunya ingin transparansi dan kejelasan, mengapa mesin rusak dan pemdaman bergilir.”Sampai kapan masyarakat merasakannya.Hal-hal semacam ini perlu adanya kejelasan kepada masyarakat.”tutur Lis.(hum/red)

Ditulis Oleh Pada Sel 09 Apr 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek