| | 1.107 kali dibaca

Proyek Jalan di Kampung Gubernur Kepri Bekecai

Proyek jalan di Kundur

Inilah sisa aspal yang seharusnya dipergunakan untuk proyek pembangunan jalan menuju kampung halaman Gubernur Kepri, H M Sani.(foto by suhendri,radarkepri.com)

Kundur, Radar Kepri-Dugaan korupsi mencuat dibalik amburadulnya proyek pengaspalan sejumlah jalan di pulau Kundur. Padahal miliaran rupiah digelontorkan negara melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri untuk fasilitas umum tersebut. Setidaknya terdapat 4 proyek pengaspalan jalan di pulau asal Gubernur Kepri, H M Sani itu yang amburadul dan diduga tidak sesuai bestek, hingga hancur sebelum dinikmati warga.

Proyek pengaspalan jalan utama terletak jalan Parit Mangkil, Parit Tegak serta Jalan Tanjungsari menuju Desa Lubuk Kecamatan Kundur dan jalan Dusun Dabet Batu Tumbang, Desa Sawang Selatan, Kecamatan Kundur Barat.

Dugaan proyek tersebut bermasalah terlihat dengan data yang di himpun Radar Kepri dari tiga tempat. Nilai proyek ke tiga jalan akan menelan anggaran sebesar total Rp 5 610 900.000. Proyek ini meliputi jalan di desa Sungai Ungar, Kecamatan Kundur, tepatnya di Parit Mangkil sebesar Rp 1 527 878 000 dan Parit Tegak di Desa yang sama sebesar Rp 3 624 256 000. Serta jalan Tanjung Sari Menuju Desa Lubuk yaitu sebesar Rp 458 768 000. Data ini sesuai dengan sesuai dengan papan nama proyek.

Sementara target pengerjaan disebutkan juga batasan waktu, terkecuali ada kondisi poss major, jika dianggap dalam kurun waktu pengerjaan terjadi musibah alam seperti banjir dan sebagainya sehingga pekerjaan telah dianggap di tolerir. Namun hal ini berbeda, menurut salah satu Konsultan pengawas Provinsi Kepri, Romi mengatakan pada awak media ini  mrlalui ponselnya  (14/12) lalu.”CV Adenata Karya dan CV Parama Yasa serta CV Sepakat adalah kontraktor asal Tanjungpinang. Ketiga kontraktor ini telah kena denda, Karena telah habis batasan waktunya bekerja. Saya mohon untuk masyarakat tolong awasi mereka.”ujar Romi ketus sambil menutup gagang ponselnya.

Ditempat terpisah, salah satu Pengurus OKP Petsu (Pemuda Tempatan Sungai Ungar) yang keseharian di panggil Santo.”Kami sangat kecewa dengan kontraktor tersebut, karena sudah hampir 5 bulan, kedua jalan di Parit Mangkil dan Parit Tegak tidak selesai di aspal, ada apa ini ?. Ini-kan jalan utama masyarakat, apalagi keseharian hampir rata-rata kita di sini pemotong karet. Dan hanya jalan ini akses keluar masuk orang kampung.”jelasnya.

Dikatakan Santo.”Kita tidak bisa mengelak dari batu-batu yang timbul, terkesan kita mengelak-ngelak untuk mencari jalan yang baik. Tapi kadang-kadang berjalan juga bisa slip sehingga bisa jatuh dan luka. Karena dalam waktu yang lama belum di aspal juga. Ini jalan bukan pelabuhan, jika suatu pelabuhan belum selesai dikerjakan masih bisa kapal mencari pelabuhan lain.”kesalnya.

Akan tetapi, kata Santo.”Ini jalan utama dan tidak ada jalan lain lagi, jadi kita tetap melewati jalan tidak beraspal ini, karena disisis kanan Parit dan sebelah kiri pohon karet.”bebernya.

Salah seorang aktifis Sungai Ungar, Maulidi yang biasa disapa Dindin mengatakan.”Kita juga heran sudah tahun 2014, jalan tersebut tak kunjung selesai diaspal.”ucapnya.

Ditambah Dindin.”Saya kenal pengawasnya yang berinisial YS. Orangnya arogan bahkan terlalu tinggi ceritanya, padahal kontraktor bermasalah. Ys tadinya adalah salah satu wakil ketua Pemuda Pancasila Wilayah Kepri. Isunya apakah di pecat atau mengundurkan diri, belum jelas.”ujar Dindin.

Untuk jalan ini, lanjutnya,  seharusnya institusi Kejaksaan di Tanjungbat dan Karimun harus tanggap, jangan terkesan tutup mata.”Panggil dan periksa semua yang terlibat sehingga proyek jalan itu tak selesai dibangun.Karena ini jalan satu-satunya, agar keluar-masuk orang kampung dan anak sekolah bisa lancar.”tegasnya. Kuat Dugaan tentang ketebalan agregat kurang dari 10 centimeter.”Jadi jaksa harus tanggap.”pintanya.

Selanjutnya beredar kabar tak sedang.”Kabarnya, dia dekat dengan Gubernur Kepri, biar tahu saja YS. Sungai Ungar ini asal kampong Pak Gubernur.” ujar Dindin kesal. Ketika hal ini di konfirmasi langsung ke YS, dia mengaku ada kesalahan.”Salah satunya, mesin aspal rusak. Jadi target waktu tak terkejar.”kilahnya. Sempat YS berkelit tak selesainya pekerjaan tersebut karena hujan. Tapi ketika dihubungkan ke konsultan, baru YS mengakuinya. Dan disamping itu, ada urusan lain  yang tadinya belum selesai dengan pemilik tanah, tentang sewa letak mesin aspal terhadap. Pemilik tanah yang tadinya bermasalah dan sekarang telah selesai. Kemudian tentang denda yang di tanggung perusahaan,YS mengakuinya.(suhendri)

Ditulis Oleh Pada Ming 12 Jan 2014. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda