; charset=UTF-8" /> PH Apriandy Minta Kliennya Dibebaskan Dari Tuntutan Jaksa - | ';

| | 184 kali dibaca

PH Apriandy Minta Kliennya Dibebaskan Dari Tuntutan Jaksa

Sidang M Apriandy dengan agenda pembelaan.

 

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sidang dugaan tindak pidana pemilu dengan terdakwa M Apriandy dengan agenda pembacaan nota pembelaan digelar di PN Tanjungpinang, Jumat (21/06) siang.

Nota pembelaan pertama dibacakan dari penasehat hukumnya (PH) Hendie Devitra SH MH dan Sabri Hamri SH. dilanjutkan pembacaan pembelaan dari M Apriandy.

Terdakwa PH M Apriandy, dalam nota pembelaannya menyebutkan,”Keberatan atas tuntutan jaksa. Berdasarkan analisa fakta, bahwa penuntut umum dalam tuntutan menyatakan telah memenuhi unsur. Kami membahas pasal 523 ayat 1 junto pasal 280 huruf J UU nomor 7 tahun 2017.”jelasnya.

Pelaksana kampanye, dalam pledoinya Hendie Devitra SH MH adalah pihak-pihak yang ditentukan KPUD.”Terdakwa baru mengetahui sebagai pelaksana pemilu setelah diperiksa di penyidik Polres Tanjungpinang dari Satreskrim.”katanya.

Menurut Hendie Devitra SH MH, saksi bayangan diperlukan untuk memantau suara terdakwa di tiap TPS.”Uang Rp 200 ribu untuk honor bagi saksi yang memantau 221 TPS dan korlap. Korlap yang merekrut saksi bayangan.”katanya.

Hendi menilai tidak ada fakta pemberian uang secara langsung oleh, pemberian uang di sekretariat dari M Rais ke Yusrizal, Ipen dan Agustinus.”Amplop berisi uang itu honor saksi bayangan dan relawan.”ucapnya.

Yang Mulia Majelis Hakim, lanjut Hendie Devitra SH MH, unsur pasal yang dikenakan tidak terpenuhi.”Kami memohon Yang Mulia menyatakan M Apriandy tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melangar pasal yang didakwakan jaks. Membebaskan terdakwa M Apriandy, memulihkan kedudukan, harkat dan martabat terbakwa.”jelasnya.Dipenghujung pembelaan, Hendie mengajukan buktu tambahan berupa kwitansi.

Pembelaan kemudian dilanjutkan dari terdakwa M Apriandy, persidangan ini berkualitas karena membuka fakta-fakta yang tersembunyi.”Saya menghargai masukan dari penasehat hukumnya yang telah memberikan masukan.”ucapnya.

M Apriandy menegaskan, dirinya tidak melakukan politik uang.”Saya membantah keras dakwaan jaksa. Juga membantah keterangan saksi yang dihadirkan JPU, tidak benar.”katanya.

Suara terdengar serak ketika Apriandy menyebutkan dirinya single paren dan berdampak pada anaknya yang masih berumur 8 tahun.”Secara pribadi, saya merasa dirugikan, keluarga besar merasa malu.”ucapnya. Apriandy juga menilai tuntutan jaksa mengabaikan fakta-fakta persidangan dan rasa keadilan.”Tuntutan yang adil adalah yang objektif dan sesuai fakta hukum persidangan.”ujarnya.

Sidang dilanjutkan pada pukul 15 30 Wib untuk memberikan waktu bagi jaksa menyiapkan tanggapan.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Jum 21 Jun 2019. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek