' '
| | 1.175 kali dibaca

Penyimpangan Solar Subsidi Marak di Bintan Dan Tanjungpinang

Antrian mobil pelangsir BBM jenis solar di Jalan Soekarno- Hatta

Antrian mobil pelangsir BBM jenis solar di Jalan Soekarno- Hatta, Senin (07/07)

Tanjungpinang, RadarKepri-Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang masih menjadi “surga” bagi para pelansir Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi. Di Bintan, daerah Batu Licin, Kecamatan Timur dikenal sebagai markas pelansir solar. Sedangkan di Tanjungpinang, pelansir solar beraksi di setiap SPBU.

Akibatnya, kelangkaan solar subsidi belakangan ini sangat sulit di antisipasi, para pelansir solar yang menggunakan mobil jenis Kijang Diesel dan Panther, makin merajalela melakukan aksinya. Mengisi BBM berkali-kali di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di dalam kota Tanjungpinan.

Hal ini terlihat Senini (07/07) puluhan mobil berkaca gelap, pelangsir solar mengular antri di badan jalan Soekarno-Hatta, untuk mendapatkan solar yang diduga untuk ditimbun pelansir BBM subsidi jenis solar tersebut. Di duga dilakukan oleh oknum ini sangat bebas mendapatkan minyak tersebut. Terlihat juga mobil itu berkali-kali bolak-balik mengisi solar di SPBU sehingga hampir setiap hari kelangkaan BBM terjadi dalam kota Tanjungpinang.

Atrian panjang puluhan mobil “pencoleng” BBM subsidi tersebut, mulai dari SPBU hingga ke Jalan Cempedak, sehingga mengakibatkan sepanjang jalan macet.

Bahkan, edaran dari Pemko Tanjungpinang tersebut terkesan tidak digubris oleh para pelangsir BBM yang ingin mendapatkan minyak subsidi tersebut. Padahal, surat edaran Walikota Tanjungpinang, bahwa untuk kenderaan jenis roda empat hanya boleh mengisi BBM jenis solar maksimal hanya 30 liter perhari. Jenis lori atau roda enam hanya70 liter per hari dan surat edaran tersebut ditempelkan di setiap SPBU.

Pantauan awak media ini dilapangan, meski-pun telah dikawal oleh, mobil Dinas Polisi Militer Anggkatan Laut (Pomal) pada (03/07) lalu. Namun tidak menyurutkan, para pencoleng BBM subsidi tersebut untuk jera, terkesan para pelangsir BBM subsidi tersebut, menantang Polisi Milliter (Pomal) tersebut.

Sementara, dilokasi SPBU tersebut tidak terlihat satu orang-pun petugas yang mengawasi para penjarah BBM jenis solar besubsidi untuk masyarakat kecil itu. Begitu juga petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Tanjungpinang yang dipimpin Drs H Wan Kamar, selaku Dinas yang bertugas mengawasi distribusi BBM, belum ada terlihat tindakan apa-pun terhadap penjarah BBM tersebut.

Belum diketahui alasan Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH untuk mempertahankan, kadis uzur seperti Wan kamar tesebut. Sementara uang Negara alias gaji yang dikeluarkan untuk sejumlah Kadis uzur ini mencapai miliaran  setiap tahunnya. Sehingga terkesan uang negara tersebut habis sia-sia.

Menurut ibu-ibu paruh baya dijumpai awak media ini di lokasi SPBU Batu Hitam, Senin (07/07) mengatakan.”Kalau antrian seperti ini di SPBU ini, sudah tak heran lagi pak, hampir setiap hari mobil ini terus yang mengisi BBM, Heran juga ya. Mungkin cari uang plus kali ya pak.”sebut ibu berbadan subur itu sambil tertawa. (aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 08 Jul 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek