'
| | 1.289 kali dibaca

Penjual Kaset Mengaku Ketua Wartawan Perkosa ABG

Hendrico Hutapea dari KPAD Anambas ketika menjelaskan kasus pemerkosaan dengan korban anak dibawah umur.

Hendrico Hutapea dari KPAD Anambas ketika menjelaskan kasus pemerkosaan dengan korban anak dibawah umur, Selasa (16/09).

Terempa, Radar Kepri-Mengaku ketua wartawan di Anambas padahal hanya penjual kaset, Roky (27) memperkosa J (17), bahkan menyekap korban yang masih Anak Baru Gede (ABG) di kamar kosnya. Pemerkosaan, terjadi karena belang Roky yang mengaku bujangan ketahuan korban dan memutuskan hubungan mereka.

Informasi yang dihimpun Radar Kepri dari berbagai sumber, termasuk korban dan keluarganya serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Anambas terungkap, perkenalan terjadi pada awal Agustus 2014 lalu. Dari perkenalan ini terjalin hubungan asrama, J yang masih sekolah kelas 10 sebuah sekolah di Terempa mau pacaran dengan Roky, karena Roky mengaku bujangan.

Namun belakangan J mengetahui, ternyata Roky sudah punya bini dan anak. Setelah korban mengetahui kalau pelaku sudah berkeluarga, Roky sempat mengajak korban bertemu di Jalan Semen Panjang (SP) tanggal 13 September 2014 lalu sekitar pukul 15 00 Wib. Setelah itu pelaku mengajak korban ke salah satu kos di Terempa.

Menurut Hendrico Hutapea dari KPAD Anambas bidang pengawasan  dijumpai Radar Kepri menjelaskan.”Korban sekarang sedang di visum untuk mengetahui keadaan korban. Apakah ada tindak kekerasan yang di terima korban selain pemerkosaan. Kami mendampingi korban atas permintaan keluarga. Karena, awalnya keluarga mendatangi kami untuk menindaklanjuti kasus pencabulan ini. Apa lagi pelaku mengaku sebagai oknum Wartawan padahal, kita tahu kalau pelaku tersebut hanya sebagai penjual kaset saja.”terang Hendrico.

Masih Hendrico.”Sebelum kita membuat laporan kepolisi, sekarang kita melakukan visum dulu terhadap korban agar bisa di tangani oleh pihak kepolisian dan menindak lanjuti terhadap pelaku R  tersebut.”jelas Hendrico.
Terungkapnya pemerkosaan setelah korban tidak pulang kerumah sehari, pihak keluarga mencari korban dan ditemukan di salah satu rumah keluarga. Korbanpun tidak berani pulang kerumah dan menceritakan kejadian yang di alaminya. Namun setelah keluarga mendesak, akhirnya korban mau menceritakan korban kejadian tersebut kepada keluarganya.”Pihak keluarga menemui KPAD agar mau mendampingi selama kasus ini dalam pemeriksaan.”katas Hendrico Hutapea, saat di jumpai awak media ini di Puskesmas untuk melakukan visum.

Motif pemerkosaan, menurut korban, sekitara 2 minggu yang lalu korban tahu pelaku sudah berkeluarga. Akhirnya korban  memutuskan hubungan, namun pelaku tidak menerima dan membujuk korban untuk di ajak ke kos. Setelah sampai kos keributan-pun terjadi antara korban dan pelaku. Roky memaksa J berhubungan badan namun ditolak, R memaksa dan akhirnya memperkosa J.

Setelah melakukan aksi bejatnya pelakupun tidak mengizinkan korban untuk pulang, korban akhirnya di sekap di kamar kos. Besok paginya korban berhasil kabur dari kamar kos dan pulang kerumah keluarganya. JH salah satu pihak kelurga yang dijumpai Radar Kepri menjelaskan.”Kejadian ini, yang pertama kali saya juga tidak taju kalau adik saya pacaran dengan pelaku. Tahu-tahu adik saya sudah tidak pulang kerumah, kami sudah mencari dan ternyata adik saya berada di rumah salah satu keluarga.”terangnya. Pihak keluarga berharap pelaku di hokum.”Saya serahkan kepada KPAD dan aparat penegak hokum.”pungkasnya. (yuli)

Ditulis Oleh Pada Sel 16 Sep 2014. Kategory Anambas, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek