' '
| | 1.205 kali dibaca

Pemprov Kepri “Pelihara” Koruptor Kelas Teri

HM Sani- HM Soeryo.

HM Sani- HM Soeryo.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri), di duga diam-diam memelihara bibit koruptor. Hal terungkap dari penelusuran media ini pada beberapa pejabat yang menjadi mitra. Banyak titipan dari pejabat dilingkungan Pemprov Kepri, mulai dari Humas dan Sekretariat Daerah tidak disampaikan kepada yang berhak.

Nama Wd, seorang staf kepercayaan DR Suhajar Diantoro, mantan Sekdaprov Kepri misalnya. Terungkap tidak menyampaikan amanah dari yang dititipkan padanya oleh Sekdaprov saat ini.”Padahal, pak Sekda sudah menyerahkan ke dia (Wd) itu. Saya tak tahu juga mengapa Wd itu tak menyampaikan amanah itu. Mungkin mau belajar korupsi kecil-kecilan dulu.”bisik sumber media ini yang juga seorang pejabat di Pemprov Kepri.

Kemudian, di bagian Humas dan protokoler Pemprov Kepri, beberapa oknum PNS dilingkungan ini juga diduga memiliki tabiat yang tidak amanah alias bermental korup.”Seingat saya pak kabag humas (Riono) sudah titip sama Aupa, tapi heran juga kok banyak yang tidak sampai.”kata sumber Radar Kepri.

Masih menurut sumber, Aupa dikabarkan menyerahkan titipan pada Rzl untuk disampaikan ke pihak-pihak yang seharusnya menerima amanah tersebut. Namun hingga Ramadhan 1434 berakhir, amanah yang mungkin saja tidak seberapa nilainya itu, tak kunjung disampaikan. Bahkan, nomor handphone koruptor kelas teri ini “kompak” mati.”Saya sudah berkali-kali telpon, tapi nomor itu tak hidup.”sebut seorang pejabat yang dijumpai Radar Kepri, Selasa (06/08).

Dipeliharanya koruptor kecil-kecilan ini, tentu saja membahayakan kelangsungan duet kepemimpinan HM Sani-HM Soeryo. Karena, jika tidak ditindak tegas, kedepannya para koruptor kelas teri ini akan menggasak lebih besar lagi APBD Provinsi Kepri demi kepentingan pribadinya. Dengan pelan tapi pasti, para “tikus” kantor akan terus menggerogoti kepercayaan pimpinan, sehingga pada akhirnya merusak citra Gubernur/Wagub/Sekda dan Kadis.”Bahkan ada yang berani mencatut nama Gubernur dan Wagub untuk meminta sejumlah dana THR pada pengusaha. Inikan sangat berbahaya bang, baru jadi staf saja sudah berani nyatut nama Gubernur dan Wagub, apalagi kalau sudah jadi pejabat. Bisa hancur Kepri ini gara-gara oknum PNS yang tidak amanah ini.”tegas Ari, seorang warga Tanjungpinang ketika dimintai tanggapannya terkait aksi tilep-menilep titipan (amanah) ini.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 08 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek