; charset=UTF-8" /> Pegawai PT Timah dan Juragan Karet Dapat Dana BLSM - | ';

| | 1,207 kali dibaca

Pegawai PT Timah dan Juragan Karet Dapat Dana BLSM

Inilah rumah salah seorang warga Kundur yang menerima dana konpensasi kenaikan BBM yang di kenal dengan program BLSM.

Inilah rumah salah seorang warga Kundur yang menerima dana konpensasi kenaikan BBM yang di kenal dengan program BLSM.

Kundur,Radar Kepri-Kisruh Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) bukan hanya terjadi di pulau Jawa. Nun jauh di Pulau Kundur, Kabupaten Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri juga terjadi kisruh serupa. Mulai dari warga yang sudah meninggal dunia masih terdaftar menerima BLSM, janda kaya dengan perhiasan emas bernilai jutaan ikut antri mengambil dana konpensasi atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hingga, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMD), PT Timah yang bergaji Rp 10 juta setiap bulannya juga terlihat antri mengambil Rp 300 ribu, jatah warga miskin tersebut.

Penelusuran Radar Kepri dilapangan pada Selasa (09/07) atau sehari sebelum bulan Ramadhan, khususnya di Kecamatan Kundur. Ternyata, dari ratusan warga yang antri di halaman Balai Sri Gading, terlihat beberapa orang warga yang mampu ikut berjubel menunggu giliran mendapatkan jatah Rp 300 ribu tersebut. Miris melihatnya, namun warga mampu yang sebenarnya tidak layak menerima BLSM itu terkesan cuek bahkan terlihat bangga mendapat jatah untuk rakyat miskin itu.

Terkesan program pemerintah Pusat yang bersinergi dengan Dinas Sosial beserta Badan Pusat statistik (BPS) tidak sejalan dan agak rancu.  Kondisi ini diperparah lagi dengan data masyarakat miskin yang disampaikan merupakan dua tahun lalu alias data tahun 2011. Dan, parahnya data ini jugamenggunakan standard jatah beras miskin (raskin) ditahun yang sama. Maka, amburadul-lah semuanya.Ibarat, gerobak buruk dibawa oleh sapi gila.

Belum lagi beberapa Kepala Desa (kades) dan lurah menjadi sasaran protes warga yang benar-benar miskin namun tak dapat jatah BLSM. Seperti yang terjadi baru-baru ini, di gedung Balai Sri Gading, tempat pembagian BLSM untuk kecamatan Kundur. Data BLSM yang terdaftar diperkirakan ada sekitar 1000 warga yang terdaftar menerima BLSM. Ternyata dari daftar nama-nama tersebut, diperkirakan 20%  benar-benar kaya dan warga yang telah meninggal dunia juga  mendapatkan BLSM tersebut. Entah siapa yang mendapat warisan dana BLSM ketika mengambil dana tersebut.

Melihat amburadulnya data penerima BLSM tersebut, beberapa Lurah dan Kades telah menghimbau warganya yang kaya dan sejahtera atau mampu secara ekonomi. Jika mendapatkan kartu miskinuntuk mengembalikan kartu tersebut di kantor Pos. Tapi belum terlihat warga tersebut yang mau mengembalikan. Sebut saja Polan (43), duda beranak satu ini telah mendapatkan BLSM sebesar Rp 300 ribu, sementara ibunya si Polan yang berumur 74 tahun dengan status janda tidak mendapat dana BLSM.

Disudut antrian lain, sebut saja Wati, janda kembang berumur 25 tahun ini terlihat ikut antri diantara warga miskin menunggu dipanggil. Padahal, jika melihat penampilan Wati tersebut, jelas janda ini kaya. Seuntai gelang emas yang ditaksir senilai Rp 3 juta lebih terlihat melingkar ditangannya.

Tak berapa jauh dari Wati, terlihat pula Budi, juragan getah yang memiliki kebun karet seluas 2 hektar lebih ini datang dengan sepeda motor gede (moge) pribadinya. Terlihat Budi dengan senyum lebar sedang menghitung uang pecahan Rp 50 ribu yang baru diterimanya dari kartu BLSM atas namanya.

Inilah rumah salah seorang warga Kundur yang menerima dana konpensasi kenaikan BBM yang di kenal dengan program BLSM=

Inilah rumah salah seorang warga Kundur yang menerima dana konpensasi kenaikan BBM yang di kenal dengan program BLSM.

Kemudian di desa Prayon, Kecamatan Kundur Utara seoranga warga yang bekerja di BUMN PT.Timah yang bergaji hampir Rp 10 juta sebulan juga cengar-cengir setelah mengantongi Rp 300 ribu dana BLSM itu.

Salah seorang Kades yang enggan menyebutkan namanya, ketika dijumpai Radar Kepri di rumah mengatakan.”Saya bingung bang, ini kartu datang dari kantor Pos. Kite-pun telah membaca nama-namanya serta alamat. Anehnya, kita melihat ada beberapa nama yang telah kita lihat warga yang mampu, tapi saya agak takut untuk menarik kartunya, takut juga didemo. Seperti raskin, padahal sudah kesepakatan dengan warga yang telah mendapatkan raskin sebanyak 45 kilogram. Untuk membagi dan dijual kewarga yang tidak mampu, yang keseharian kita tahu persis bagaimana kehidupannya.Tapi ketika dipotong malah protes. Padahal data dan namanya kami tidak pernah membuat dan mengusulkannya, kemungkinan BPS yang usulkan.”ungkap Kades.

Andi Akbar, seorang warga yang dijumpai Radar Kepri mengatakan.”Sebaiknya program tersebut tepat sasaran. Kasihan mereka yang benar-benar memerlukan dana BLSM itu, apalagi harga barang udah naik berkisar 30-40 persen sejak kenaikan BBM. Sebaiknya untuk pendataan warga yang layak menerima melibatkan Kepala Desa dan Lurah. Sinergitas bersama BPS serta Ormas dan LSM juga bersatu padu untuk saling mengawasi dan tidak minta jatah.”jelas Andi Akbar (suhendri)

Ditulis Oleh Pada Rab 24 Jul 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek