' '
| | 1.591 kali dibaca

Pedagang Kesal Ada Proyek “Siluman” di Akau

Inilah proyek "siluman" di Akau Potong Lembu yang dikeluhkan pedagang karena kontraktor tidak koordinasi.

Inilah proyek “siluman” di Akau Potong Lembu yang dikeluhkan pedagang karena kontraktor tidak koordinasi.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sejumlah pedagang kuliner Akau Potong Lembu merasa kecewa pada pengerjaan proyek tangki saluran air dan 4 tempat pencuci tangan dilokasi jualan merekan. Pasalnya, kontraktor pelaksana kegiatan tidak di berkoordinasi dan memberitahukan pedagang. Sehingga para pedagang merasa dirugikan tidak bisa berjualn dilokasi tersebut, Rabu (28/10).

Seorang pedagang makanan, di Akau beranisial Ay (48) sangat menyayangkan tindakan kontraktor yang mengerjakan proyek .”Saya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh kontraktor yang mengerjakan proyek ini. Karena, tidak ada sedikitpun pemberitahuan, kalau kita diberi tahu, kita-kan bisa kita libur satu hari untuk tidak berjualan. Kalau seperti ini siapa yang bertanggung jawab atas kerugian kita ini, sementara dagangan sudah dibuat.”Kesal Ay kepada media ini dilokasi akasi akau Potong Lembu, Rabu (28/10).

Hal senada dikatakan AT (40) juga seorang pedagang di Akau tersebut, pihaknya bukan tidak mendukung atas program pemerintah, bahkan pihaknya bersyukur. “Kita bukan tidak mendukung program pemerintah ya bang. Bahkan kita bersyukur ada tanki air dan tempat pencuci tangan ini. Namun pihak kontraktornya koordinasi dululah sama pedagang, kalau tidak ada pedagang, kita disinikan ada wadah organisasi di Akau ini, kordinasikan dong sama Ketua Persatuan Pedagang Kuliner Akau Potong Lembu (P2KAPL). Supaya pedagang tidak terlanjur membuat dagangannya. Jangan asal kerja saja, dia yang dapat untung, pedagang disini dapat rugi,”Ungkap AT dengan muka merah.

Sementara, Ketua Persatuan Pedagang Kuliner Akau Potong Lembu (P2KAPL) Alimin Alias Awang, mengaku pihaknya tidak mengetahui pembanguna tersebut.”“Sata tidak tahu apa yang dibangun mereka, siapa kotraktornya saya tidak ada diajak koordinasi.”terang Alimin alias Awang kepada media ini dilapak jualanya diakau Potong lembu.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang Asep Nana Suryana dikonfirmasi media ini, terkait dengan hal tersebut, melalui ponselnya,  mengaku belum mengetahui dengan jelas. “Saya belum mengetahui juga dengan jelas, yang saya ketahui itu pembagunan tngki penampungan air untuk penyaluran air ke tempat pencuci tangan di Akau,”Katanya.

Kemudian kata Asep.”Kalau tidak salah kotraktor yang mengerjakan proyek tersebut, namanya Piter tapi saya kurang tahu juga, apa CV-nya. Itu danaya dari Anggaran Belanja Negara(APBN) tahun 2015.”tutupnya.

Pantauan media ini dilapangan, dilokasi akau Potong Lembu, terlihat sejumlah pedagang kuliner yang ingin menjajakan jualanya agak kesal pada pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Karena tidak adanya koordinasi dengan pedagang. Selai ini dilokasi proyek pembangunan Tanki untuk penempung air yang dikerjakan, diduga proyek siluman itu. Karena tidak terlihat papan plang proyeknya. Media ini belum mengetahui, apa nama proyeknya, siapa pekerjanya, CV Apa yang mengerjakan proyek “siluman” tersebut. Informasi yang dihimpun media ini dilokasi akau Potong Lembu, bangunan tempat Tangki air itu diduga kurang sesuai dengan pekerjaanya,”Masak iya tiang penyangganya seperti itu, cakar ayamnya saja tidak diberi kayu cacak, kemudian tidak ditanam hanya sekitar satu jengkal saja kedalamanya untuk tiang cakar ayamnya,”kata sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Masih kata sumber yang sama, biasanya kalau bangunan seperti itu, tiang penyangganya harus kokoh. Setidaknya, kedalaman tiang untuk cakar ayam itu, minimal 80 Centimeter.Terkait dengan hal diatas, media ini belum berhasil menjumpai kontraktor pelaksana kegiatan guna konfirmasi dan klarifikasi(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 28 Okt 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek